Korban hilangnya pesawat cessna

Ryan Terbang Menggantikan Temannya

Kompas.com - 19/11/2011, 01:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hilangnya pesawat jenis Cessna 172 milik sekolah penerbangan Nusa Flying Internasional School menimbulkan penyesalan tersendiri bagi keluarga Muhammad Fikriansyah Apriliano alias Ryan (18), salah satu awak pesawat yang sampai saat ini belum ditemukan.

Kerabat Ryan, Mahisya, mengatakan bahwa Ryan sebetulnya tidak dijadwalkan terbang pada Rabu (16/11/2011) lalu. Rencana penerbangan menuju Cirebon tersebut sebetulnya dijalani oleh rekan Ryan yang bernama Bintang.

"Sebenarnya itu bukan schedule-nya Ryan (untuk terbang). Namun karena temannya terjebak macet, temannya telepon ke Ryan, mending Ryan saja yang terbang," ujar Mahisya.

Mahisya mengatakan tidak ada firasat apa pun sebelum musibah itu terjadi. "Hanya saja dia kok tumben enggak banyak omong, kan biasanya cerita," ujarnya. Status BlackBerry Messenger Ryan terakhir kali bertuliskan, "Dangerous is my bussines."

Sebelum peristiwa terjadi, sulung dari empat bersaudara tersebut mengatakan kepada Mahisya bahwa dia ingin melanjutkan sekolah lagi setelah selesai sekolah penerbang. Ia juga ingin membantu sepupu-sepupunya yang kurang mampu.

"Dia punya target, 25 tahun ke atas baru dia ingin memikirkan keinginannya sendiri," kenang Mahisya.

Pesawat jenis Cessna 172 yang diterbangkan Ryan merupakan pesawat milik sekolah penerbangan Nusa Flying Internasional School di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat berangkat dari Jakarta dengan perkiraan tiba di Cirebon pukul 09.00 WIB.

Pesawat tersebut hilang kontak sejak pukul 08.19 WIB dan hingga pukul 15.00 WIB belum ada kejelasan soal keberadaan pesawat. Pesawat tersebut ditumpangi tiga orang, terdiri dari instruktur bernama Partogi Sianipar (25) dan dua siswa penerbang, yakni Muhammad Fikriansyah (18) dan Agung Febrian (30). Hingga berita ini diturunkan, 12 tim gabungan masih mencari keberadaan pesawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau