Sruti respati

Doa untuk Indonesia

Kompas.com - 19/11/2011, 04:00 WIB

Pada pembukaan SEA Games 2011, Sruti Respati (31) tampil membawakan bagian ”Dewi Sri” dari rangkaian Merajut Nusantara karya Erwin Gutawa. Lagu dan doa mengumandang darinya.

Sruti menginterpretasi karya Erwin tidak sembarangan karena dalam bagian ”Dewi Sri” itu ia juga melantunkan harapan.

”Makanya, saya membawakan doa-doa Dewi Sri secara global untuk kemakmuran negeriku, negeri kita,” ujarnya.

Kesuburan di tanah Indonesia, menurut dia, akan membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat. Berbagai aspek kehidupan pun berdetak.

”Unsur tanah, air, api, dan udara bisa dinikmati semua lapisan,” ungkapnya.

Penyanyi yang dikenal sebagai pesinden itu mengucapkan doa yang juga menjadi harapannya sebagai rakyat Indonesia. Dari hati, Sruti benar-benar memimpikan rakyat bisa sejahtera. Kalau sekarang, menurut dia, belum semua orang bisa menikmati pendidikan, apalagi fasilitas kesehatan.

”Idealnya, semua orang bisa menikmati fasilitas-fasilitas tersebut,” tutur pemilik album Buaian Sepanjang Masa ini serius.

Kemakmuran kelak bisa menjadi milik semua kalangan. Kalau semua lapisan makmur, artinya Indonesia menjadi bangsa yang kuat. ”Nah, mudah-mudahan Indonesia juga bisa kuat dan berprestasi di bidang olahraga,” ucap Sruti. (BEE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau