Papua

Hargai Martabat Masyarakat Adat

Kompas.com - 19/11/2011, 12:49 WIB

MERAUKE, KOMPAS.com - Upaya penyelesaian berbagai persoalan di Papua harus mengedepankan adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat, serta budaya masyarakat adat Papua.

Tanpa hal itu, penyelesaian masalah Papua tidak akan tuntas meskipun dilakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.  

Hargai dan hormati masyarakat Papua sebagai manusia sejati, s ebagai manusia yang lebih awal tinggal di tanah Papua. Ini yang sejak dulu terabaikan, ungkap Stanislaus Gebze, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah V Animha Merauke.

Stanislaus menuturkan, persoalan Papua tidak semata-mata s oal ketertinggalan dan minimnya kesejahteraan ekonomi warga namun merupakan akumulasi berbagai persoalan kronis puluhan tahun, seperti ketidakadilan dan juga minimnya penghormatan terhadap martabat dan budaya masyarakat adat.

Akibatnya, masyarakat adat merasa diabaikan dan disisihkan dari tanahnya sendiri. Karena itu, pendekatan kesejahteraan saja tidak akan menyelesaikan berbagai persoalan di Papua. Kenali manusianya seperti apa, adatnya, budayanya seperti apa, hormati dan hargai itu mereka, katanya.

Menurut Stanislaus, jalan dialog harus ditempuh hingga tingkat paling bawah untuk menumbuhkan rasa saling memahami maupun menghilangkan saling curiga.

Dialog itu juga penting untuk menemukan formula baru penyelesaian masalah P apua selain formula otonomi khusus (otsus). Pelaksanaan otsus selama 10 tahun dinilai telah gagal karena tidak dirasakan berpihak langsung kepada masyarakat adat.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau