Tetaplah Hati-hati meski Beli di Loket Resmi

Kompas.com - 19/11/2011, 15:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para suporter mencemaskan beredarnya tiket palsu pertandingan SEA Games XXVI cabang sepak bola. Apalagi, sejumlah calon penonton mengaku mendapat tiket palsu justru di loket resmi, yang tersebar di area Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

"Saya membeli tiket di loket dekat Pintu 19. Kata salah seorang panitia, dua tiket yang saya beli palsu," kata seorang suporter, Udet, Sabtu (19/11/2011).

Tiket, kata Udet, seharusnya berstempel merah dan tertera gambar kuning di bagian belakang tiket. "Punya saya enggak ada. Saya mau mengembalikan tiket ini ke loket kayaknya percuma karena enggak ada buktinya. Namun, saya akan coba tukar. Kalau enggak bisa, ya masuk saja nanti," beber Udet.

Tidak hanya itu, Udet yang bekerja di salah satu perusahaan event organizer tersebut juga kecele karena membeli tiket kategori empat dengan harga Rp 50.000. Padahal, Inasoc, selaku panitia penyelenggara SEA Games XXVI, telah membatalkan kenaikan harga tiket. "Saya enggak tahu harga tiket kembali ke harga Rp 25.000. Padahal, saya beli langsung dari loket," tegasnya.

Senasib dengan Udet, Piyan juga membeli dua tiket kategori III tanpa stempel. Namun, suporter asal Lamongan itu mengaku tak khawatir dilarang masuk stadion. "Bodo amat. Kalau enggak masuk, saya dobrak. Pasti banyak yang dapat tiket seperti ini. Anehnya, saya lihat tadi banyak calo menjual tiket yang dicap," jelas Piyan.

Sebelumnya, Inasoc menemukan belasan ribu lembar tiket palsu saat pertandingan penyisihan sepak bola antara tim Indonesia dan Malaysia, Kamis (17/11/2011). Agus Mauro, manajer penjualan tiket Inasoc, mengatakan, panitia menemukan setidaknya sekitar 15.000 tiket yang diduga palsu saat Indonesia berlaga melawan Malaysia.

"Itu perkiraan. Sebagian besar adalah tiket untuk kategori III, II, dan I. Akan tetapi, tiket palsu untuk VVIP dan VIP juga ada," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, hasil temuan sementara, tiket VIP dan VVIP yang biasa dijual Rp 500.000 hingga di atas Rp 1.000.000 ditemukan panitia dijual seharga Rp 10.000. Adapun tiket kelas lainnya ditemukan dijual dengan harga bervariasi.

Tiket panitia dicetak dengan security paper dan berwarna lebih cerah cenderung mengilap. Adapun tiket palsu dicetak di kertas dengan warna yang lebih gelap. Tidak akan terlihat kilauan di atas kertas tiket palsu tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau