Bencana

Air Bah Sudah "Kabur" dari Pusat Kota Bangkok

Kompas.com - 19/11/2011, 17:21 WIB

KOMPAS.com - Jaminan terbaru dari Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra adalah pusat kota Bangkok sudah terbebas dari air bah. Warta laman Bangkok Post pada Sabtu (19/11/2011), menyatakan hal itu.

Data Departemen Irigasi, kata Yingluck, menunjukkan tiap hari 63 juta kubik air sudah mengalir menuju saluran-saluran pembuangan. Alhasil, kawasan utara Kota Bangkok sudah kering. "Setelah tak ada lagi genangan, pemerintah dengan cepat merealisasikan program rekonstruksi," imbuh Yingluck.

Sementara itu, Gubernur Bangkok Sukhumbhand Paribatra pun menjanjikan kalau seluruh kota Bangkok akan bebas dari genangan banjir pada Sabtu (31/12/2011). "Ini hadiah tahun baru bagi warga Bangkok," kata Sukhumbhand optimistis.

Perubahan musim ekstrem dengan tingkat curah hujan teramat tinggi membuat banjir bandang menggenangi tiga perempat wilayah Thailand. Air bah tersebut adalah yang terburuk sejak 60 tahun ke belakang.

Buat kota Bangkok sendiri, banjir memang menyengsarakan 10 juta warganya sejak pertengahan Juli 2011. Namun, perlahan tapi pasti, air banjir sudah mengalir ke Teluk Thailand.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau