Magelang, Kompas
Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) Irina Bokova, saat meninjau kondisi Candi Borobudur yang telah selesai dibersihkan dari abu vulkanik Gunung Merapi, Sabtu (19/11), mengatakan, ini membuktikan bahwa keberadaan warisan budaya dunia memang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak di seluruh dunia. ”Kepedulian terhadap aset budaya menjadi komitmen jangka panjang yang harus terus dijalankan,” ujar Irina.
Pembersihan abu vulkanik Merapi yang menimpa Borobudur berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan 550 relawan dari masyarakat sekitar.
Balai Konservasi Peninggalan Borobudur menyiapkan beberapa pekerjaan konservasi untuk menanggulangi dampak abu vulkanik, antara lain, pembersihan kotoran bawah lantai, penanganan kerusakan dan pelapukan batu candi, perbaikan bagian lantai stupa teras, serta stupa induk.
Setelah pembersihan ini selesai dilaksanakan, UNESCO akan melaksanakan program kerja berikutnya, yaitu pemberdayaan masyarakat di sekitar Candi Borobudur dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan agar nantinya mereka dapat menambah penghasilan. Untuk program ini, UNESCO butuh sumbangan dana 500.000 dollar AS.
Saat ini, menurut Irina Bokova, ada sekitar 1.000 warisan budaya dunia. Oleh karena itu, kepedulian banyak negara sebagaimana dilakukan terhadap Borobudur—sepatutnya dilakukan terhadap 999 warisan budaya dunia yang lain.
Dukungan dana tersebut antara lain berasal dari Jerman, AS, dan Australia. Keseluruhan dana diberikan kepada Pemerintah Indonesia melalui UNESCO.
Bukan hanya dana, bantuan juga diberikan dalam bentuk bantuan teknis seperti pelatihan untuk pembersihan candi. Negara-negara yang terlibat memberikan bantuan teknis tersebut antara lain Jepang dan Italia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, berkat kerja keras relawan dan kepedulian banyak negara serta UNESCO inilah, nilai tangible dan intangible dari Candi Borobudur tetap dapat terjaga hingga sekarang. ”Candi Borobudur adalah aset dunia yang sungguh luar biasa dan kami dari Pemerintah Indonesia, sungguh berterima kasih atas kerja keras dan kepedulian banyak pihak yang terlibat dalam pembersihan candi ini,” ujarnya.