Dampak erupsi merapi

Pembersihan Borobudur 360.000 Dollar AS

Kompas.com - 20/11/2011, 02:52 WIB

Magelang, Kompas - Pembersihan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi pada Oktober 2010 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menghabiskan dana 360.000 dollar Amerika Serikat. Dana tersebut merupakan sumbangan dari sedikitnya 10 negara dan perusahaan multinasional di seluruh dunia.

Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) Irina Bokova, saat meninjau kondisi Candi Borobudur yang telah selesai dibersihkan dari abu vulkanik Gunung Merapi, Sabtu (19/11), mengatakan, ini membuktikan bahwa keberadaan warisan budaya dunia memang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak di seluruh dunia. ”Kepedulian terhadap aset budaya menjadi komitmen jangka panjang yang harus terus dijalankan,” ujar Irina.

Pembersihan abu vulkanik Merapi yang menimpa Borobudur berlangsung selama satu tahun dengan melibatkan 550 relawan dari masyarakat sekitar.

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur menyiapkan beberapa pekerjaan konservasi untuk menanggulangi dampak abu vulkanik, antara lain, pembersihan kotoran bawah lantai, penanganan kerusakan dan pelapukan batu candi, perbaikan bagian lantai stupa teras, serta stupa induk.

Setelah pembersihan ini selesai dilaksanakan, UNESCO akan melaksanakan program kerja berikutnya, yaitu pemberdayaan masyarakat di sekitar Candi Borobudur dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan agar nantinya mereka dapat menambah penghasilan. Untuk program ini, UNESCO butuh sumbangan dana 500.000 dollar AS.

Saat ini, menurut Irina Bokova, ada sekitar 1.000 warisan budaya dunia. Oleh karena itu, kepedulian banyak negara sebagaimana dilakukan terhadap Borobudur—sepatutnya dilakukan terhadap 999 warisan budaya dunia yang lain.

Dukungan dana tersebut antara lain berasal dari Jerman, AS, dan Australia. Keseluruhan dana diberikan kepada Pemerintah Indonesia melalui UNESCO.

Bukan hanya dana, bantuan juga diberikan dalam bentuk bantuan teknis seperti pelatihan untuk pembersihan candi. Negara-negara yang terlibat memberikan bantuan teknis tersebut antara lain Jepang dan Italia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, berkat kerja keras relawan dan kepedulian banyak negara serta UNESCO inilah, nilai tangible dan intangible dari Candi Borobudur tetap dapat terjaga hingga sekarang. ”Candi Borobudur adalah aset dunia yang sungguh luar biasa dan kami dari Pemerintah Indonesia, sungguh berterima kasih atas kerja keras dan kepedulian banyak pihak yang terlibat dalam pembersihan candi ini,” ujarnya. (EGI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau