ICC Akan Rundingkan Pengadilan Saif dengan Libya

Kompas.com - 20/11/2011, 07:10 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com — Kepala Penuntut Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) akan pergi ke Libya dalam sepekan untuk membicarakan bagaimana dan di mana putra Moammar Khadafy, Saif al-Islam, akan dituntut menyusul penangkapannya.

Saif al-Islam, yang pernah dikatakan akan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Libya, ditangkap di padang pasir di Libya selatan oleh gerilyawan yang berjanji akan menahannya di kota Zintan hingga ada perintah kepada siapakah Saif akan diserahkan.

Menyusul penangkapan itu, ICC, yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Saif al-Islam dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, telah berhubungan dengan Kementerian Kehakiman Libya. Kepala Penuntut ICC Luis Moreno-Ocampo juga akan mengunjungi Libya dalam sepekan.

"Saya akan pergi ke Libya untuk membicarakan bagaimana kami mengatur masalah itu. Yang jelas, Saif akan mendapatkan keadilan. Di mana dan bagaimana, itu yang akan kami bicarakan," kata Moreno-Ocampo kepada wartawan, Sabtu (19/11/2011).

Seorang juru bicara pemerintah sementara Libya mengatakan bahwa Saif al-Islam sebaiknya diadili di negara itu ketimbang dikirim ke ICC di Den Haag. "Ini babak akhir dari drama Libya," kata Menteri Informasi Mahmoud Shamman. "Kami akan mengadilinya di Libya dan ia akan diadili dengan undang-undang Libya karena kejahatannya."

Saif, seperi almarhum ayahnya, didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan oleh ICC karena perannya dalam pembunuhan demonstran setelah pemberontakan anti-Khadafy yang dimulai pada Februari tahun ini.

ICC memiliki hak untuk mengadili Saif al-Islam hanya jika Libya tidak ingin atau tidak dapat melakukannya. Hal tersebut disampaikan kelompok hak asasi manusia No Peace Without Justice dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa telah meminta Libya bekerja sama dengan ICC untuk mengadili Saif al-Islam, sementara NATO percaya bahwa Libya dan ICC akan menjamin keadilan bagi Saif.

Meski begitu, kelompok-kelompok hak asasi manusia menyampaikan kekhawatiran mengenai begaimana Saif al-Islam akan diperlakukan di Libya.

"Tampaknya pembunuhan dalam tahanan atas Moammar Khadafy dan putranya, Mu’tassim, pada 20 Oktober menjadi penyebab kekhawatiran akan perlakuan terhadap Saif al-Islam," kata Human Rights Watch dalam sebuah pernyataan.

Selain surat perintah penangkapan bagi Moammar Khadafy dan Saif al-Islam, ICC juga mencari mantan Kepala Intelijen Libya, Abdullah al-Senussi, dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Juru bicara pemerintah sementara Libya, Shammam, mengatakan bahwa Al-Senussi akan ditemukan pada waktunya. "Kami akan mengejarnya hingga kami menangkapnya atau membunuhnya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau