Apartemen

Margonda Makin Padat Hunian

Kompas.com - 20/11/2011, 22:49 WIB

DEPOK, KOMPAS.com- Semakin banyak pengusaha properti yang mengembangkan usahanya di kawasan Jalan Margonda, Depok dan sekitarnya. Saat ini paling tidak ada delapan hunian vertikal yang telah, sedang, dan akan dibangun. Hunian tersebut berbentuk apartemen, hotel, dan rumah susun.

Meski sebagian besar belum selesai pembangunannya, peminat hunian vertikal sudah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan transaksi pembelian hunian ketika proyek baru berjalan.

"Penjualan hunian ini di luar prediksi kami. Semula kami memperkirakan baru dapat menjual 150 unit hunian, namun penjualan sekarang sudah mencapai 200 unit hunian. Padahal kami belum grand launching. Kami baru melakukan ground breaking," kata Renny Soviahani, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Adhi Realty yang juga pengembang apartemen Taman Melati, Minggu (20/11/2011).

Apartemen Taman Melati terletak kurang 100 meter dari area Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok. Selain untuk hunian, pengelola apartemen ini juga menyediakan tempat perkantoran dan perniagaan.

Dia melihat, pasar hunian vertikal di kawasan Margonda sangat tinggi. Dari seluruh konsumen yang telah membeli, mereka terbagi dua, membeli untuk investasi dan membeli untuk kepentingan keluarganya. "Kebetulan lokasi kami berdekatan dengan kampus," katanya.

Lantaran ramainya peminat hunian tersebut, Renny mengatakan akan membangun menara kedua (tower II). Saat ini pihak Adhi Realty sedang mengurus perizinan terkait dengan pembangunan menara kedua tersebut.

"Kami ingin menangkap pasar, kebutuhan mahasiswa untuk tinggal di hunian vertikal sangat tinggi. Mereka tidak saja dari dalam negeri, melainkan juga mahasiswa asing yang belajar di UI," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau