JAKARTA, KOMPAS.com - Menandai Hari Perikanan Dunia, 21 November, sektor perikanan Indonesia masih menyisakan banyak persoalan. Salah satunya, perikanan terus digempur ikan impor ikan yang merajai pasar lokal.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik, Senin (21/11/2011).
Di Medan, puluhan ton ikan impor jenis tongkol, selayar, dan kembung, dari Malaysia tiap hari masuk ke pasar tradisional dan mematikan ekonomi nelayan lokal. Secara nasional, dari 72 jenis ikan yg di impor, 40 diantaranya dapat ditemukan, ditangkap, atau dibudidayakan di Indonesia.
"Pemerintah perlu memperketat regulasi pelarangan masuknya ikan impor, termasuk memberikan insentif kepada sektor perikanan tradisional agar lebih berdaya saing," ujarnya.
Sementara itu, perlindungan terhadap nelayan tradisional di perbatasan hingga kini masih buruk. Itu antara lain terlihat dari tewasnya Ahmad Zailani (34), nelayan tradisional asal Langkat tewas tanpa bantuan medik saat menjalani hukuman di penjara Malaysia atas tuduhan memasuki perairan Malaysia dan mencuri ikan. Saat ini, tercatat 57 nelayan asal Indonesia yang masih ditahan di Malaysia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang