KPK Isyaratkan Periksa Anas Terkait Hambalang

Kompas.com - 21/11/2011, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri dugaan keterlibatan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan korupsi proyek pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat. KPK bisa saja memeriksa Anas.

"Tergantung pengembangan penyidikan oleh Tim Penyidik KPK. Bila tim penyidik memerlukan keterangannya, bisa saja dipanggil," kata Wakil Ketua KPK M Jasin melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Senin (21/11/2011).

Namun, Jasin tidak menyebutkan kapan persisnya Anas akan dimintai keterangan. Adapun kasus Hambalang masih dalam tahap penyelidikan di KPK. Meskipun telah menemukan indikasi korupsi pada pengadaan proyek senilai Rp 1,2 triliun itu, KPK belum menetapkan tersangka kasus ini. Dalam penyelidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk anak buah Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Hambalang berawal dari pernyataan Nazaruddin yang menyebutkan adanya uang Rp 50 miliar dari rekanan, PT Adhi Karya, ke Anas dan politisi Partai Demokrat lainnya. Uang itu, kata Nazaruddin, untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, Januari 2010.

Belakangan, Anas disebut terlibat dalam proses pembebasan lahan proyek ini. Juru Bicara KPK Johan Budi sebelumnya mengatakan, proyek ini diusut setelah KPK melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai, perusahaan milik Nazaruddin, Mampang, Jakarta Selatan, dalam kaitannya dengan penyidikan kasus wisma atlet. Nazaruddin menjadi tersangka kasus pembangunan wisma atlet tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau