Seleksi pimpinan kpk

Pansel Akui Keliru Pilih Formulir Surat Kuasa

Kompas.com - 21/11/2011, 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengakui adanya kesalahan administratif yang mereka lakukan terkait surat kuasa pengumuman harta kekayaan capim KPK.

"Ini jelas ada kekeliruan. Kita bertanggung jawab atas kekelirun itu. Kalau yang salah kopral yang bertanggung jawab jenderalnya," kata anggota Pansel capim KPK, Imam Prasodjo, saat dihubungi wartawan, Senin (21/11/2011).

Menurut Imam, kekeliruan itu dilakukan oleh staf Pansel yang kemungkinan telah mengunduh formulir surat kuasa kekayaan kedaluarsa dari situs Kementerian Keuangan. Formulir itu kemudian dimasukkan ke dalam amplop dan dibagikan kepada calon pimpinan KPK sebagai salah satu syarat pencalonan.

Dia menambahkan, kesalahan tersebut bukanlah suatu kesengajaan dan lumrah terjadi. Imam berharap kesalahan ini tidak dibesar-besarkan. "Enggak ada yang namanya manusia yang tidak ada kekekliruan. Jangankan orang per orang, apalagi kerja bersama tim. Itu kekeliruan yang tidak disengaja, tidak ada motif," ujarnya.

Akibat temuan atas kesalahan itu, Komisi III DPR menunda proses uji kelayakan dan kepatutan capim KPK. Kesalahan administratif dalam formulir surat kuasa pengecekan harta kekayaan capim KPK tersebut ditemukan saat Komisi III menguji capim pertama, Abraham Samad. Advokat itu diketahui menandatangani formulir yang menyertakan nama Taufiequrachman Ruki sebagai Ketua KPK. Ketua KPK saat ini adalah Busyro Muqqodas.

Terkait formulir tersebut, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberi contoh formulir laporan harta kekayaan kepada Pansel. Formulir tersebut, bukan berasal dari KPK. "Belum pernah Pansel capim minta LHKPN terkait capim. Data yang muncul itu bukan dari KPK, " kata Johan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau