Pelanggaran ham berat

Kejaksaan Agung Tidak Serius

Kompas.com - 22/11/2011, 01:48 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai Kejaksaan Agung tidak serius menindaklanjuti hasil penyelidikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat pada peristiwa Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II.

Komnas HAM menyerahkan hasil penyelidikan kepada Jaksa Agung pada 29 April 2002, tetapi tak kunjung ditindaklanjuti ke tahap penyidikan.

”Karena itulah kami mendesak Jaksa Agung untuk menindaklanjuti kasus ini,” kata Wakil Koordinator Kontras Indria Fernida seusai bertemu Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Noor Rachmad, Senin (21/11), di Kejaksaan Agung.

Indria mengatakan, Kejagung selalu mengembalikan hasil penyelidikan Komnas HAM dengan alasan belum lengkap. ”Justru, Jaksa Agung mempunyai kewajiban untuk mengumpulkan bukti dengan menyidik perkara tersebut,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Komnas HAM diberi kewenangan menyelidiki kasus dugaan pelanggaran HAM berat. Selanjutnya, hasil penyelidikan tersebut ditindaklanjuti dengan penyidikan oleh Jaksa Agung sebelum akhirnya diadili di pengadilan HAM ad hoc.

Menurut Jaksa Agung Basrief Arief pekan lalu, ada sejumlah hambatan untuk menuntaskan perkara pelanggaran HAM berat. Salah satunya adalah mekanisme pembentukan pengadilan HAM ad hoc yang tidak jelas.

Basrief mengatakan, Pasal 43 UU No 26/2000 tidak mengatur secara jelas mengenai mekanisme pembentukan pengadilan HAM ad hoc setelah adanya penyelidikan dari Komnas HAM.

Indria mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi secara eksplisit menjelaskan pengadilan ad hoc bisa dibentuk setelah penyidikan. ”Untuk mendapatkan izin penyitaan dan penahanan, Jaksa Agung bisa meminta pengadilan negeri,” katanya. (faj)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau