Jaringan militan

Taliban Berunding dengan Pakistan

Kompas.com - 22/11/2011, 02:15 WIB

Islamabad, Senin - Pihak Taliban di Pakistan mengaku sedang menggelar perundingan damai dengan Pemerintah Pakistan. Perundingan tersebut diharapkan akan mengakhiri pertumpahan darah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

”Ya, kami telah menggelar beberapa perundingan, tetapi baru di tahap awal. Kami akan lihat apakah akan ada terobosan,” ujar komandan senior Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) kepada kantor berita Reuters, Senin (21/11).

Menurut komandan, yang tak mau disebut namanya itu, perundingan awal ini baru membicarakan proses perdamaian di kawasan Waziristan Selatan, yang menjadi markas kelompok militan tersebut.

”Jika perundingan ini sukses, kami akan merundingkan perjanjian damai untuk seluruh kawasan suku-suku asli,” tutur komandan tersebut mengacu pada daerah suku-suku asli di perbatasan Pakistan-Afganistan.

Proses perundingan damai, yang telah dilakukan dalam enam bulan terakhir itu, diragukan akan berhasil menciptakan perdamaian sesungguhnya. Pemerintah Pakistan sudah beberapa kali mengadakan perjanjian damai dengan Taliban, tetapi proses perdamaian itu hanya dimanfaatkan Taliban untuk menyusun kembali kekuatan mereka dan kembali menyerang.

Apalagi, saat ini pihak Taliban mengajukan berbagai tuntutan yang sulit dipenuhi, seperti penarikan total seluruh tentara Pakistan dari Waziristan Selatan serta pemutusan hubungan antara Pakistan dan AS. Pakistan mendapat bantuan miliaran dollar AS per tahun dari AS untuk menumpas terorisme.

”Putuskan hubungan dengan AS dan kita akan menjadi saudara. Tetapi, jika tidak, perang dengan pemerintah (Pakistan) akan berlanjut,” tandas juru bicara TTP, Ehsanullah Ehsan.

(Reuters/AP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau