Saif: Khamis Masih Hidup

Kompas.com - 22/11/2011, 03:40 WIB

BENGHAZI, KOMPAS.com — Putra bungsu mendiang Moammar Khadafy, Khamis, masih hidup, ungkap seorang pejabat Kementerian Pertahanan Libya kepada kantor berita Xinhua, Senin (21/11/2011).

Menurut pejabat tinggi yang meminta namanya tidak diungkap itu, putra Khadafy, Saif Al Islam, mengatakan kepada pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) bahwa Khamis masih hidup.

Militer NTC sudah mengetahui lokasi Khamis, yakin di Terhouna, sebuah kota yang berjarak 90 kilometer arah tenggara Tripoli. Militer mengupayakan penangkapannya dalam beberapa jam mendatang.

Diberitakan sebelumnya, Saif yang diburu Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan ditangkap di Sheba, kota di wilayah selatan Libya, pada Sabtu (19/11/2011). Pengakuan Saif juga membuahkan penangkapan terhadap mantan kepala intelijen Libya, Abdullah al-Senunssi, salah satu tokoh kunci rezim Khadafy.

Khamis Khadafy beberapa kali diberitakan tewas sejak revolusi Libya pecah. Para petempur NTC menyatakan, Khamis tewas di kawasan tenggara Tripoli pada 29 Agustus lalu. Klaim itu kemudian "dibenarkan" oleh sebuah stasiun televisi Suriah yang pro-Khadafy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau