MELBOURNE, KOMPAS.com - Minyak mentah diperdagangkan dengan harga mendekati posisi terendah dalam kurun waktu minimal satu minggu. Ini terjadi karena investor berspekulasi permintaan bahan bakar dapat berfluktuasi seiring dengan pertumbuhan ekonomi Eropa yang lambat dan persediaan minyak Amerika Serikat meningkat.
Menurut Bundesbank, pertumbuhan ekonomi Jerman, sebagai perekonomian terbesar di Eropa, mungkin akan melambat tahun 2012. Sementara itu, survei Bloomberg News memperkirakan, laporan Kementerian Energi AS yang akan diumumkan Rabu (23/11/2011) besok, mungkin akan menunjukkan persediaan minyak dan bahan bakar meningkat minggu lalu. Bahkan, CEO Saudi Arabian Oil Co, Khalid Al-Falih, telah menyatakan bahwa ekonomi dunia sedang berisiko untuk resesi ganda (double-dip recession).
Karena kekhawatiran akan situasi tersebut, minyak mentah berjangka sendiri hanya sedikit berubah setelah anjlok selama 3 hari terakhir. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Januari hanya naik 8 sen, menjadi 97 dollar AS per barrel, di perdagangan Nymex pada pukul 10:25 AM waktu Sydney, Selasa (22/11/2011). Kontrak minyak ini sempat merosot 75 sen Senin (21/11/2011) kemarin di posisi harga 96,92 dollar AS.
Sedangkan, minyak Brent untuk penetapan Januari anjlok 68 sen, atau 0,6 sen menjadi 106,88 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, pada penutupan pasar Senin waktu London. Harga kontrak premium minyak ini terhadap minyak WTI ditutup pada harga 9,96 dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang