Inovasi

Siswa SMK Ini Rakit Mesin Pembentuk Apa Saja!

Kompas.com - 22/11/2011, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para peserta didik harus dididik menjadi lulusan siap kerja, kreatif, dan berdaya saing. Pasalnya, mereka akan menghadapi tingginya tuntutan dunia industri yang menginginkan tenaga kerja yang cerdas dan inovatif. Hal itulah yang ditunjukkan oleh siswa-siswa SMK dalam pameran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Salah satu karya yang ditampilkan adalah CNC Milling, sebuah mesin yang memiliki tingkat presisi sangat akurat. Mesin ini dirakit oleh para siswa SMKN 5 Jakarta. Apa kegunaannya? Mesin tersebut dapat digunakan untuk membuat sebuah produk atau benda kerja berbentuk siku dan lingkaran. Bahan dasar dari benda yang ingin dibentuk tak hanya sebatas besi, tetapi juga nilon, atau kayu.

"Mesin ini bisa membentuk benda yang lurus atau kotak menjadi siku atau lingkaran tanpa sambungan," kata Muhammad Hanafi, siswa kelas XII, Jurusan Permesinan, SMKN 5 Jakarta, saat ditemui Kompas.com, Selasa (22/11/2011) di sela-sela pameran.

Hanafi mengungkapkan, yang membuat CNC Milling menjadi unik adalah karena mesin ini menggunakan program master cam. Sebuah program untuk membuat gambar tiga dimensi yang digunakan untuk memberikan perintah kepada mesin yang serba terkomputerisasi ini.

Sebelum mengoperasikan mesin tersebut, pertama, harus membuat gambar benda dalam bentuk dua dimensi, yang kemudian kembali diubah dalam bentuk tiga dimensi.

"Untuk menjalankan CNC Milling, kita harus membuat gambar dengan software master cam. Lalu, mesinnya kita program sesuai dengan gambar, ukuran, atau bentuk yang kita kehendaki. Semuanya harus sedetail mungkin agar bentuknya sesuai dengan yang diinginkan," papar Hanafi.

Hanafi menjelaskan, cara kerja dari CNC Milling adalah menggunakan berbagai macam mata pahat. Benda yang diinginkan nantinya akan terbentuk melalui mata pahat yang memutari benda kerja yang diam.

Untuk merakit CNC Milling, para siswa SMKN 5 Jakarta memerlukan waktu sekitar satu minggu sampai dua bulan masa perakitan. Semua tergantung kondisi mesin. SMKN 5 sendiri mampu menciptakan mesin ini setelah memperoleh bantuan dari Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Mesin ini bisa digunakan untuk membuat piston, ataupun suku cadang lain. Kami harap mesin ini bisa lebih dipopulerkan di Indonesia," harap Hanafi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau