Pertamina Akan Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah

Kompas.com - 22/11/2011, 21:25 WIB

MANADO, KOMPAS.com - PT Pertamina akan menggelar operasi pasar bahan bakar minyak tanah di sejumlah pangkalan pada Desember 2012.

"Ini kepala Pertamina yang omong. Operasi pasar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Adry Menengkey di sela-sela sosialisasi terpadu Konferensi Wina 1961 dan 1963 mengenai Aplikasi Fasilitas diplomatik, Keprotokolan, dan Keamanan Diplomatik di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (22/11/2011).

Dikatakan Menengkey, bila Pertamina Makassar menyetujui operasi pasar ini, minyak tanah yang akan dijual adalah minyak tanah bersubsidi dan tidak bersubsidi. Warga tidak memersoalkan harga asalkan bahan bakar minyak ini tersedia.

"Tinggal terserah warga mau pilih yang mana. Bersubsidi atau tidak bersubsidi. Masyarakat minta biar mahal yang penting ada. Kalau harga mahal namun tidak tersedia, itu yang jadi persoalan," imbuhnya.

Pertamina, ujar Manengkey, berharap kelurahan kembali memberlakukan kartu pengawasan di setiap pangkalan. Kartu ini akan menjadi acuan untuk distribusi minyak tanah kepada warga konsumen.

"Saya belum tahu persis berapa besar kuota yang akan dijual saat operasi pasar nanti. Hanya saja Pertamina memastikan akan ada kegiatan seperti ini bulan depan. Dan mereka berharap kartu pengawasan diintensifkan lurah," ujarnya.

Manengkey juga mengatakan, konversi minyak tanah ke gas dilakukan berdasarkan hasil pendataan. Data ini yang akan menjadi acuan distribusi perangkat epliji selanjutnya secara bertahap mulai dilakukan pengurangan kuota minyak tanah.

"Pemerintah tidak mungkin membuat masyarakat menderita. Kan aneh ada seribu masyarakat yang mendapatkan elpiji, tapi ada seribu masyarakat yang tidak menggunakannya. Padahal seiring dengan konversi, pengurangan kuota minyak tanah bersubsidi mulai dilakukan," katanya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Roring mengatakan, akan ada tim yang dibentuk Biro Ekonomi untuk inspeksi mendadak (sidak) di pangkalan-pangkalan minyak tanah. Tim yang akan dibentuk akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP kabupaten/kota.

"Kami masih menunggu tim yang dibentuk. Bila sudah ada kami akan segera jalan di semua pangkalan. Dan koordinasi dengan kabupaten kota akan kami lakukan untuk memermudah sidak ini," katanya.

Roring menegaskan, bila ada pangkalan atau agen yang melakukan penimbunan, persoalan ini akan dibawa ke aparat kepolisian karena bersentuhan dengan pelanggaran pidana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau