Obligasi pemerintah

Pasar Serap Rp 7 Triliun

Kompas.com - 22/11/2011, 22:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku pasar modal menyerap lima seri obligasi yang diterbitkan Kementerian Keuangan senilai Rp 7 triliun.

Adapun jumlah penawaran yang masuk dalam lelang surat berharga negara (SUN) itu adalah sebesar Rp 12,216 triliun. Akibatnya, terjadi kelebihan penawaran dibandingkan dengan obligasi yang telah diserap pelaku pasar, sebesar 1,7 kali.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Kelima seri surat utang negara yang diterbitkan itu adalah SPN03120223, SPN12121102, FR0060, FR0061, dan FR0059. Seri obligasi yang paling banyak diserap adalah seri FR0061, yakni Rp 2,25 triliun lalu seri FR0059 Rp 1,9 triliun, kemudian seri SPN12121102 Rp 1,6 triliun. Dua seri lainnya diserap dibawah Rp 1 triliun.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk menutup sebagian dari target pembiayaan dalam APBN Perubahan 2011. Hingga 31 Oktober 2011, jumlah obligasi negara yang sudah diterbitkan mencapai Rp 182,013 triliun, atau 86,19 persen dari target surat utang yang harus diterbitkan tahun 2011, yakni Rp 211,179 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau