JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat, Juju Juhana—yang tewas di Arab Saudi, Selasa (22/11/2011) sore, mencegat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut anggota DPR asal Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, Selasa malam, keluarga itu kesal lantaran sejak meninggalnya Juju sekitar pertengahan September lalu, hingga kini jenazahnya belum juga dibawa pulang ke Indonesia.
"Juju meninggal dunia karena berusaha melarikan diri dari lantai 3 rumah majikan dengan menggunakan seprei. Ada dugaan Juju meninggal bulan Juni atau hanya dua minggu setelah bekerja. Namun, kematian Juju baru dilaporkan secara resmi pada tanggal 28 September lalu," tutur Rieke.
Ditambahkan Rieke, sebenarnya keluarga sudah memberikan surat permohonan pemulangan jenazah sejak tanggal 3 Oktober silam. Namun, hingga satu bulan ini belum juga ada informasi kepastian kepulangan jenazah Juju.
"Oleh sebab itu, pada tanggal 22 November 2011, keluarga Juju bertemu langsung dengan Muhaimin Iskandar, di sela rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi IX. "Muhaimin berjanji akan segera memulangkan jenazah Juju dan membantu pemenuhan hak-hak normatif Juju seperti upah dan asuransi kepada keluarga," lanjut Rieke.
Juju adalah TKI pemegang paspor bernomor AP 801136 yang beralamat di RT 02 RW 02 Blok Ahad, Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Almarhum berangkat pada Juni 2011 dari Perusahaan Jawatan Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) DIM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang