Disabotase, Operasi Kilang Minyak Yaman Terhenti

Kompas.com - 23/11/2011, 00:21 WIB

ADEN, KOMPAS.com — Operasi-operasi di kilang minyak Aden terhenti karena pasokan minyak mentah tidak ada setelah satu pipa diserang dalam aksi sabotase terhadap instalasi-instalasi minyak dan gas di Yaman, kata seorang pejabat perusahaan minyak milik pemerintah.

"Operasi-operasi perusahaan telah dihentikan karena tidak ada minyak mentah," kata seorang pejabat perusahaan Aden Refinery Company milik pemerintah itu, Selasa (22/11/2011).

"Pasokan minyak mentah ke kilang itu terhenti sejak Sabtu (19/11/2011) setelah pipa yang menghubungkan provinsi Marib (timur) ke terminal Ras Issa di Hudaydah (di pantai barat) disabotase pada Jumat," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pejabat itu memperingatkan bahwa kekurangan minyak akan terjadi lagi dalam beberapa hari ke depan di Yaman, satu negara miskin yang dilanda krisis politik yang menyebabkan ekonominya di ambang ambruk. Banyak daerah Yaman telah menghadapi kekurangan produk minyak.

Cadangan minyak yang disuling dapat memasok pasar lokal 10 hari, kata pejabat itu dan memperingatkan akan terjadi kekurangan minyak yang parah jika pemerintah tidak bertindak.

Pipa-pipa minyak dan gas sering diserang di negara Semenanjung Arab selatan yang kacau itu baik oleh kelompok suku maupun gerilyawan Al Qaeda.

Pipa ekspor minyak Yaman di daerah Wadi Obeida, timur Sana'a, diledakkan bulan lalu.
Juga pada Oktober, ekspor gas dari terminal Belhaf di Teluk Aden terhenti sekitar 10 hari setelah pipa sepanjang 320 km dari Marib diserang di provinsi Shabwa.

Yaman biasanya mengekspor 105.000 barrel minyak mentah per hari di luar dari sekitar 300.000 barrel yang diproduksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau