MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United menilai, menyakitkan melihat hasil imbang 2-2 yang diraih timnya saat melawan Benfica pada matchday kelima fase grup Liga Champions, Selasa (22/11/2011). Menurutnya, MU kebobolan bukan karena kehebatan lawan, melainkan karena kesalahan pemainnya.
Gol MU diciptakan Dimitar Berbatov pada menit ke-30 dan Darren Fletcher pada menit ke-59. Adapun gol tim tamu merupakan hasil "bunuh diri" Phil Jones pada menit ketiga dan Pablo Aimar pada menit ke-60.
Gol Jones berawal dari pergerakan Nicolas Gaitan di sektor kiri pertahanan MU, yang berujung umpan silang. Bola berbelok masuk gawang setelah mengenai Jones.
Gol kedua Benfica bermula dari aksi antisipatif kiper David De Gea dengan membuang bola. Bola dikuasai Bruno Cesar, yang kemudian melepaskan umpan silang. Bola melewati Rio Ferdinand sebelum disepak Aimar masuk gawang MU.
MU kini duduk di peringkat kedua Grup C dengan sembilan poin atau unggul satu angka dari Basel di tempat ketiga. Benfica juga mengoleksi sembilan poin, tetapi berhak menguasai klasemen karena unggul rekor pertemuan dengan MU.
Pada pertandingan terakhir, MU akan melawan Basel, sementara Benfica akan bertemu Otelul. Menurut Ferguson, apa pun hasil pertandingan Benfica-Otelul Galati, MU harus fokus pada usaha meraih kemenangan secara meyakinkan.
"Pertandingan di Basel akan berat. Situasinya sulit, tetapi saya sangat yakin kepada anak didik saya. Benfica semestinya akan memenangi laga kandang melawan Galati, tetapi kami perlu menang (atas Basel) dengan meyakinkan," ujar Ferguson.
"Gol-gol tadi agak aneh. Sebuah gol bunuh diri dan tendangan antisipatif yang buruk dari David De Gea. Kami bermain dengan baik malam ini dan layak mendapat hasil lebih baik. Hasil pertandingan seperti ini menyakitkan," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang