Marc Jacobs Tawarkan Hadiah untuk Koleksinya yang Dicuri

Kompas.com - 23/11/2011, 09:11 WIB

KOMPAS.com - Perancang Marc Jacobs menawarkan hadiah untuk siapa saja yang bersedia mengembalikan koleksi barunya, yang dicuri dari sebuah kereta di Paris. Seperti diberitakan sebelumnya, seluruh busana dari koleksi spring/summer 2012 yang jumlahnya 46 buah, dicuri saat koleksi busana tersebut dalam "perjalanan" dari Paris menuju London. Hal ini membuat perusahaan ini membatalkan konferensi pers yang sedianya diadakan di London, Rabu (16/11/2011) lalu.

Di London, beberapa editor fashion dari majalah fashion di Inggris rencananya akan melihat koleksi busana tersebut, untuk memprediksi tren busana tahun depan. Pencurian tersebut terpaksa membuat para editor fashion batal menyaksikan koleksi yang sudah ditampilkan di New York Fashion Week, September lalu itu. Karena koleksi ini belum diproduksi secara massal, ada kemungkinan pencurian tersebut merupakan salah satu upaya peniruan sampel busana koleksi Marc Jacobs.

 

Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan koleksi busana ini. Rumah mode Marc Jacobs juga mengirimkan tweet yang antara lain bertuliskan, "See any chic truck drivers cruising around Europe dressed in #SS12 Collection? Get a pic & call 212-343-0222. Reward." Imbauannya, siapa saja yang kebetulan melihat ada pengemudi truk yang "berkeliaran di Eropa dengan memakai koleksi spring/summer 2012", diminta memotret pengemudi tersebut dan melaporkannya.

Dalam tweet selanjutnya, perusahaan ini juga mengklarifikasi bahwa koleksi yang dicuri sebenarnya hanya merupakan duplikat. Sedangkan koleksi aslinya masih tersimpan aman di New York. Menurut juru bicara kepolisian, pencurian diduga terjadi di area Mount Street, hari Rabu (16/11/2011) sekitar pukul 08.00. Sejumlah barang, seperti pakaian, tas, dan sepatu, hilang.

Awal bulan ini, Marc Jacobs juga sudah memicu kontroversi setelah salah satu iklannya di majalah dicekal oleh The British Advertising Standards Authority (ASA) karena dianggap menseksualisasikan anak. Iklan tersebut menampilkan aktris remaja Dakota Fanning tengah duduk di lantai dengan gaun sepanjang paha berwarna pucat. Di tengah pahanya terdapat botol parfum Oh Lola, yang terkesan provokatif secara seksual. Menurut ASA, meski usia Dakota 17 tahun, namun penampilannya mengesankan masih berusia di bawah 16 tahun.

"Kami anggap panjang gaunnya, kaki, dan posisi botol parfumnya menarik perhatian pada seksualitasnya. Oleh karena itu, begitu pula dengan penampilannya, kami anggap iklan ini akan terlihat menseksualisasikan anak," demikian pernyataan ASA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau