3 Kiat Mengonsumsi Obat Saat Hamil

Kompas.com - 23/11/2011, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Ibu hamil perlu lebih bijak menyikapi obat-obatan. Apakah perlu menghindari obat-obatan tertentu atau justru membutuhkan pengobatan untuk penyakit tertentu, karena jika tidak diobati akan berisiko terhadap kehamilan. Simak kiatnya:

1. Pemeriksaan dini.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan prakehamilan untuk merencanakan kehamilan yang sehat. Bicarakan pada dokter mengenai obat yang mungkin selama ini dikonsumsi ibu. Tanyakan pula mengenai vitamin yang dapat dikonsumsi untuk menyiapkan kehamilan, seperti asam folat yang dapat mencegah cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang.

2. Penyesuaian obat.
Bagi ibu penderita asma, diabetes, hipertensi, dan sebagainya, konsultasikan dengan dokter mengenai perlu tidaknya konsumsi obat-obatan tersebut dihentikan atau melakukan perubahan obat ketika sedang hamil.

3. Mengenali manfaat dan risiko.
Tanyakan kepada dokter mengenai manfaat serta risiko bagi ibu dan juga janin, bila harus mengonsumsi obat tertentu. Contoh, jika ibu hamil mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dan tidak diobati, dapat memperparah kondisinya menjadi infeksi ginjal. Akibatnya, dapat menyebabkan persalinan prematur dan berat lahir rendah.

(Tabloid Nakita/Dedeh)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau