Kriminalitas

Baharudin: Tak Ada Kaitannya dengan Ormas

Kompas.com - 23/11/2011, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, kasus penusukan siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benyamin (17), tidak ada hubungannya dengan ormas tertentu seperti yang selama ini santer diberitakan. Hal tersebut dikatakan kepada wartawan, Rabu (23/11/2011) di Polrestro Jakarta Selatan.

"Saya sudah katakan berulang kali, ini tidak ada kaitannya dengan ormas atau latar belakang tertentu," kata Baharudin.

Baharudin juga berjanji bahwa kasus yang ditangani reserse Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polrestro Jakarta Selatan tersebut akan diusut hingga tuntas. Penyidik akan mengembangkan kasus hingga tuntas. Apabila ada informasi kepada penyidik, maka dia berharap agar hal itu disampaikan kepada penyidik kepolisian.

Raafi Aga Winasya Benyamin adalah siswa kelas III SMA Pangudi Luhur, Jakarta Selatan, yang menjadi korban penusukan oleh pelaku tak dikenal. Raafi ditusuk di bagian perut dengan luka selebar 10 cm. Ia kemudian langsung dibawa ke sebuah rumah sakit di kawasan Pasar Minggu. Naas, nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan. Hingga Rabu (23/11/2011) sore, pelaku penusukan belum terungkap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau