Ini Kronologis Jatuhnya Pesawat Susi Air

Kompas.com - 23/11/2011, 15:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat Susi Air yang jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu (23/11/2011) sebenarnya sudah hendak mendarat ketika mengalami kecelakaan. Namun sesaat sebelum mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

Kronologi peristiwa jatuhnya pesawat ini dipaparkan oleh pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Surabaya No.24, Jakarta Pusat. Susi menuturkan, awalnya pesawat Cessna Grand Caravan (bukan Twin Otter seperti diberitakan sebelumnya) dengan nomor registrasi PK-VVG lepas landas dari Bandara Nabire menuju Sugapa pada pukul 08.53 WITA.

Tuti menuturkan, saat melakukan penerbangan, pesawat kargo tersebut membawa sejumlah bahan pokok makanan, diantara 75 kg beras, 15 kg mie, 950 kg semen, 4 kg telur, 26 kg jerigen bensin, 5 kg minyak goreng, 8 kg cargo mix.

"Pesawat itu dikendalikan oleh pilot berkewarganegaraan Selandia Baru bernama Jessie Becker, dan co-pilot berkewarganegaraan Spanyol bernama Albert Gallego," kata Susi.

Pukul 09.43 WIT, pesawat kehilangan kontak. Menurut Susi, sepuluh menit kemudian, pada pukul 09.53, pihaknya telah mendapat posisi pesawat tersebut. "Perkiraan hilang kontak adalah 1 km di sebelah barat Bilogai dengan koordinat 3 deg 44.53' Selatan, 137 deg 1.46 Timur," jelas Susi.

Setelah mendapat konfirmasi tersebut, pada pukul 09.55, Susi Air kemudian mengirimkan tim recovery berupa dua pesawat porter dan dua helikopter yang salah satunya milik Airfast. "Jadi ketika informasi itu kita dapat, kita langsung mengirimkan tim recovery ke lokasi kejatuhan pesawat," kata Susi.

Direktur Operasional Susi Air, Christian mengungkapkan, ketinggian pesawat Susi mulai dirasa aneh ketika memasuki jarak 200 hingga 300 meter sebelum bandara Sugapa. Menurutnya, saat ingin mendarat tiba-tiba pilot menaikan kembali badan pesawatnya dan bergerak ke arah kiri, kemudian menabrak tebing yang berada di sekitar bandara.

"Kalau di Bandara Bilogai prosedur pendaratannya sebenarnya kalau kita sudah sampai ke jarak 200-300 meter sebelum landasan itu tidak bisa belok lagi, harus mendarat. Nah dalam posisi seperti ini kita simpulkan kalau ada yang tidak beres saat itu," tuturnya.

Christian mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. "Kita belum dapat simpulkan apa penyebab kejatuhan pesawat itu. Tapi kita sudah menyampaikan peristiwa ini ke KNKP, jadi nanti mereka akan menginvestigasi penyebab seperti apa," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Susi Air dilaporkan jatuh di Nabire, Papua Barat, Rabu pagi adalah pesawat kargo yang tidak mengangkut penumpang. Pesawat ini diawaki oleh pilot Jessie Becker asal Selandia Baru, dan kopilot Albert Gallego dari Spanyol. Pesawat yang lepas landas dari Nabire menuju Bandara Sugapa, Pegunungan Bintang, Papua ini mengalami kecelakaan saat hendak mendarat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau