Otonomi khusus

Dana Otsus Tidak Bisa Dipisah

Kompas.com - 23/11/2011, 16:31 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com — Wacana memisahkan dana otonomi khusus dari APBD provinsi maupun kabupaten tidak dapat dilakukan. Sebab, sumber dana pendapatan daerah tidak bisa dipisah-pisahkan.

Sekretaris Daerah Papua Barat Marthen L Rumadas mengatakan, sumber dana pendapatan daerah tidak dipisahkan. Ada tiga sumber pendapatan daerah untuk mendanai proyek pembangunan, yakni pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan daerah lainnya yang sah. Dana otsus masuk dalam pendapatan daerah lainnya yang sah.

Dari perkiraan APBD 2012 sebesar Rp 3,2 triliun, dana otsus mencapai Rp 1,9 triliun. Dalam aturan, dana-dana tersebut tidak bisa dipisahkan pembukuannya. "Jadi, kalau dipisah, pendanaan untuk pembangunan yang dikelola pemerintah daerah (lewat satuan kerja perangkat dinas) hanya Rp 1,3 triliun. Uang sebesar ini tidak akan cukup untuk membangun," ujar Rumadas, Rabu (23/11/2011).

Hal ini dia sampaikan setelah bertemu dengan badan anggaran DPR Papua Barat membahas kebijakan umum anggaran dan plafon penetapan anggaran sementara tahun 2012. Penegasan Rumadas terkait permintaan Ketua DPR Papua Barat Yosep J Auri agar dana otsus dipisahkan dari APBD. Sebab, selama ini pengawasan penggunaannya tidak terevaluasi dan terkontrol. Banyak ditemukan satu kegiatan pembangunan dengan anggaran ganda, yakni dari dana otsus dan APBD.

Dugaan korupsi dari penggunaan dana otsus pun muncul karena dampak pembangunan otsus tidak terlihat nyata. Hanya sebagian kecil masyarakat Papua yang menikmatinya.

Untuk mengurangi dugaan praktik korupsi, kata Rumadas, pemda dan DPR sedang menyiapkan regulasi yang mengatur pemanfaatan dan penyaluran dana otsus. "Regulasi sedang dibuat dan tahun 2012 akan diberlakukan," kata Rumadas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau