Unik dan Bergairah, Rasa Baru di Kantor Kaskus

Kompas.com - 24/11/2011, 11:29 WIB

KOMPAS.com - Bertemakan treasure hunt, kantor baru Kaskus berupaya menyajikan suasana muda dan menyenangkan. Apa rahasianya?

Berawal dari ide CEO PT Darta Media Indonesia, Ken Dean Lawadinata, dan Chief Technology Kaskus, Andrew Darwis, menginginkan kantor Kaskus sebagai kantor unik dan seru. KOMPAS.com berkesempatan mengunjungi gedung yang baru beroperasi awal November 2011 ini.

"Idenya adalah kantor dengan konsep unik dan tidak membosankan karena mayoritas pekerjanya muda-muda. Maka, dibuatlah kantor yang tidak terlalu serius, tetapi terang dengan spot dan area berbeda-beda," kata Devi Apriani, Media Relations Kaskus yang menemani berkeliling kantor tersebut, Rabu (23/11/2011).

Devi menambahkan, tema kantor yang unik ini dimaksudkan agar setiap yang masuk ke kantor ini memiliki kesan mendalam serta pengalaman ruang tak terlupakan.

"Kami juga mempersilakan para Kaskuser mengetahui bagaimana kantor Kaskus di dunia nyata," imbuhnya.

Dengan begitu, Kaskus mengemban visi dan misi, bahwa untuk bekerja kreatif, santai, dan menyenangkan tidak harus bekerja di luar negeri atau perusahaan asing.

Golf mini sampai Kakus

Arsitek Raul Renanda menyulap kantor media berbasis komunitas online di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ini dengan pengalaman ruang yang berbeda-beda. Saat memasukinya, pengunjung akan disambut simbol "K" sebagai lambang Kaskus dengan latar belakang warna hitam.

Jangan bingung, masuk kantor ini. Setelah bertemu meja resepsionis dan menyampaikan tujuan kunjungan, pengunjung akan dipersilakan menunggu di ruang tunggu.

Di ruangan ini, siapa pun dijamin tidak akan bosan karena terhampar lapangan golf mini lengkap dengan perlengkapannya. Pengunjung pun diperbolehkan bermain sambil menikmati suara-suara burung dan gemericik air. Kalau pun enggan bermain, tersedia tempat duduk nyaman di sekitar "lapangan golf" ini.

Menuju ruangan kerja atau disebut playground, pengunjung harus melewati lorong kayu memanjang dengan etalase penghargaan serta profil pendiri Kaskus. Pada ujung lorong, pengunjung akan bertemu kejutan baru, yaitu ruang wall of fame.

Unik sekali. Ruangan ini didesain mirip suasana kamar mandi, lengkap dengan toiletnya. Toilet sengaja dipasang demi menampilkan kesan lucu yang melekat bagi orang yang baru mengenal Kaskus. Konsep ini cenderung diplesetkan menjadi "Kakus".

Kini, pengunjung sudah sampai di ruangan kerja atau playground. Ruangan ini didesain terbuka tanpa sekat. Masing-masing divisi, seperti kreatif, marketing, public relations, content, community development, dan bagian teknis dikelompokkan dalam meja dan kursi kerja tanpa sekat.

Pada bagian tengah, disediakan fasilitas ruang bermain bagi karyawan. Ruang bermain ini dilengkapi beragam permainan, yang dapat dimanfaatkan bagi mereka yang tengah jenuh bekerja.

Ruangan lainnya adalah tempat bagi programmer yang biasanya baru ramai menjelang siang hari. Ruang memanjang dengan perlengkapan komputer ini memiliki pemandangan lalu lintas daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Apakah hanya ini ruangan di kantor Kaskus? Tunggu sajian selanjutnya! Karena akan diperlihatkan sebuah ruangan tersembunyi di kantor ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau