Ada 400 Pelintasan Liar KA di Sumbar

Kompas.com - 24/11/2011, 13:55 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Sebanyak 400 lebih pelintasan liar kereta api masih beroperasi di Sumatera Barat, yang dibuka warga tanpa izin PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional Sumbar, sehingga mengancam keselamatan warga yang berdiam di sekitar rel.

"Keselamatan warga bisa terancam jika sewaktu-waktu kereta lewat sementara warga masih hilir mudik melintas di rel kereta. Karena itu, pelintasan liar kereta itu harus ditutup oleh pemerintah provinsi atau pemerintah daerah," kata Manajer Humas PT KAI Divre II Sumbar, Syafrial Romeyo, di Padang, Kamis (24/11/2011).

Ia mengatakan, itu terkait masih beroperasinya 400 lebih pelintasan liar kereta api yang berada di kawasan permukiman masyarakat untuk mengakses satu blok ke blok rumah warga yang lainnya, mulai rute rel kereta dari Kota Padang ke Sawahlunto, dari Kota Padang ke Kota Pariaman, dan lainnya.

Pelintasan liar kereta yang berada dari Padang ke Pariaman mencapai 300 pelintasan. Tercatat lima korban meninggal dunia sepanjang tahun 2011 akibat terlindas kereta pada pelintasan liar itu.

Pelintasan tersebut, katanya, dibuka sendiri masyarakat. Sementara aparat kelurahan justru tidak berani memberi teguran terhadap pembukaan liar pelintasan kereta.

"Padahal, ada ketua RT atau ketua RW merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dan kota yang berkewajiban menegur warganya yang sudah melanggar aturan itu," katanya.

Kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota untuk menertibkan dan menutup pelintasan liar kereta berdasarkan Pasal 94 Ayat 1 dan 2 Undang-Udang Nomot 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dalam UU tersebut, katanya, juga dijelaskan bahwa pelintasan kereta dibangun untuk keselamatan perjalanan kereta api dan bukan untuk pemakai jalan.

Berdasarkan data PT KAI, tercatat 46 buah pelintasan resmi yang memakai palang pintu, antara lain yang tersebar di Kota Padang mulai dari Pasar Lubuk Buaya, Tabing ada dua pelintasan resmi, Alai, Simpang haru, dan di Jalan Sisingamangaraja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau