Pola Makan Pengaruhi Kualitas Sperma

Kompas.com - 24/11/2011, 14:43 WIB

Kompas.com -  Apa yang kita asup, baik makanan dan minuman akan memengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan. Itu sebabnya menjalani pola hidup sehat adalah syarat mutlak untuk mempersiapkan bibit unggul dan meningkatkan peluang kehamilan.

Pola makan yang direkomendasikan untuk sel sperma berkualitas adalah yang kaya akan buah-buahan segar, sedikit daging merah, serta padi-padian. Jauhi pula alkohol dan juga kopi. Demikian saran para peneliti dari Brasil dalam penelitian mereka yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility.

Dalam penelitian mereka, para pria yang mengikuti program bayi tabung akan memiliki sel sperma yang baik jika mengikuti pola makan sehat tersebut. Kualitas sperma merupakan syarat penting agar kehamilan dan bayi sehat yang diidamkan tercapai.

"Pedoman hidup sehat ini bukan cuma untuk pria tapi juga wanita. Pasangan yang ingin hamil harus menghindari pola makan buruk sebisa mungkin," kata Dr.Lynn Westphal, ahli fertilitas dari Stanford University Medical Center, California.

Dalam penelitian di Brasil tim peneliti melibatkan 250 pria dan pasangan mereka yang sedang mengikuti program kesuburan ICSI (intracytoplasmic sperm injection) atau penyuntikan satu sel sperma pada sel telur.

Para pria tersebut diwawancara tentang pola makan mereka, seperti kebiasaan makan sayuran, buah, ikan, serta kebiasaan minum alkohol atau kopi.

Peneliti juga mengambil contoh cairan mani mereka untuk menganalisa seberapa sehat dan konsentrasi sperma mereka. Setiap tahapan dalam proses bayi tabung itu juga diikuti.

Sebanyak tiga perempat sel sperma berhasil membuahi sel telur selama penelitian dan sekitar 4 dari 10 wanita berhasil hamil.

Ketika mengamati pergerakan sperma, ternyata pria yang pola makannya buruk dan kegemukan cenderung memiliki sel sperma yang malas berenang dan konsentrasinya rendah. Kebiasaan merokok juga berdampak negatif pada pergerakan sperma, seperti halnya kebiasaan minum alkohol dan ngopi.

Keberhasilan implantasi embrio dan juga terjadinya kehamilan lebih rendah jika pihak pria hobi mengonsumsi daging merah. Di lain pihak, kebiasaan mengasup padi-padian (seperti oat atau wheat) berkaitan dengan jumlah dan pergerakan sperma yang baik. Konsumsi  buah juga akan meningkatkan kegesitan sperma.

Hasil penelitian ini konsisten dengan studi yang menyatakan beberapa jenis vitamin, mineral, dan asam amino membantu meningkatkan kualitas sperma. Sementara itu konsumsi alkohol dan daging yang diproses merusak sperma.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau