Hormati Pernikahan Ibas-Aliya, Rapat DPR Digeser

Kompas.com - 24/11/2011, 14:57 WIB

CIPANAS, KOMPAS.com - Beberapa kegiatan rapat anggota DPR terpaksa digeser karena sejumlah anggota dewan menghadiri acara akad nikah putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Rubi Aliya Rajasa, putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso seusai menghadiri acara tersebut di Istana Cipanas, Jawa Barat. "Kebetulan ada rapat kecil yang harus saya pimpin, tapi saya tunda nanti sekitar jam dua, karena menghormati perhelatan peristiwa yang agung ini untuk kedua belah pihak" ujar Priyo kepada wartawan di Istana Cipanas, Jawa Barat, Kamis (24/11/2011).

Priyo mengakui, penundaan rapat tersebut dilakukannya secara mendadak. Pasalnya, kata dia, saat memutuskan jadwal rapat tersebut, dirinya belum mengetahui tanggal pasti akad nikah Ibas dan Aliya.

"Tapi teman-teman semua sudah setuju. Dan kebetulan adinda Ibas ini juga adalah anggota DPR, berarti masih anggota kita juga. Makanya kita hadir di sini," kata Priyo.

Ibas menikahi Aliya dengan mas kawin 100 gram koin emas dan seperangkat alat salat. Undangan yang hadir dalam acara itu adalah para menteri kabinet, pejabat tinggi lembaga negara, politisi, dan perwakilan negara-negara sahabat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau