Infrastruktur

17 Bandara Perintis di Papua Barat Merana

Kompas.com - 24/11/2011, 15:37 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com- Keberadaan bandar udara peritis di Papua Barat masih jadi tumpuan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan atau terisolasi jalur darat. Sayangnya, sejumlah bandara itu tidak berfungsi lagi karena tidak ada rute penerbangannya.

Menurut Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Papua Barat Maryanto, Kamis (24/11/2011), dari 38 bandara ada 7 bandara perintis yang sudah tidak berfungsi lagi, dan sekitar 10 bandara yang jarang difungsikan.

"Bandara jadi fasilitas prasarana transportasi udara yang paling dibutuhkan. Tapi, banyak bandara yang tidak dipakai lagi karena tidak ada lagi maskapai penerbangan yang buka rute di sana," ujar Maryanto.

Tujuh bandara yang tidak lagi berfungsi adalah Bandara Jefman, Suswa, dan Ayata di Kabupaten Sorong, Fruta di Teluk Bintuni, Pulau Gak di Raja Ampat, dan Karas di Fakfak. Sedangkan yang sudah jarang digunakan adalah Bandara Sururey, Minyambauw, Testega, Taige, Hink, Catubauw di Kabupaten Manokwari, Beimes di Teluk Bintuni, dan Mouyeba di Sorong.

Tidak berfungsinya bandara itu karena tidak ada lagi pesawat yang mendarat di sana. Dulu, lapangan udara dibuat guna memudahkan misionaris menyebarkan agama dan berkegiatan sosial. Setelah misi mereka selesai, tak ada lagi pesawat yang mendarat, kecuali khusus disewa (charter). Ada juga lapangan udara yang tak bisa dikembangkan karena lahannya sempit dan terbatas.

"Penduduk di Papua butuh pesawat untuk akses transportasi," tambahnya.

Meski sebagian bandara hilang, tapi ada beberapa bandara baru yang dibuat. Di Raja Ampat, dibangun bandara Waisai yang rencananya 2012 akan uji terbang. Tahun depan juga, kata Maryanto, ada bandara di Saukorem, Manokwari. Pembangunan bandara-bandara baru itu menggunakan dana APBN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau