Hari guru nasional

Kesejahteraan dan Mutu Guru Jadi PR Pemerintah

Kompas.com - 25/11/2011, 09:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Persoalan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas serta mutu guru, khususnya di sekolah swasta, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Guru dan Karyawan Swasta Indonesia daerah Jawa Tengah Muh Zen.

Hingga saat ini, menurut Zen, masih banyak guru yang memperoleh gaji rendah, bahkan di bawah rata-rata upah minimum.

"Tidak sedikit guru, terutama di sekolah swasta, yang hidup di bawah garis kemiskinan guru," katanya, berkaitan dengan peringatan Hari Guru yang jatuh pada hari ini, 25 November 2011.

Menurut dia, pemerintah harus turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya dengan mengupayakan peningkatan gaji guru, minimal setara upah minimum. Namun, kata Zen, upaya tersebut jangan hanya sebatas ditujukan bagi sekolah formal, tetapi juga berbagai lembaga pendidikan yang berdiri di bawah suatu yayasan.

Masalah lain yang tidak kalah penting dalam dunia pendidikan, ujarnya, peningkatan kapasitas dan kualitas guru.

"Sesuai dengan Undang-undang Nomor 14/ 2005 tentang Guru dan Dosen, pendidikan minimal guru harus S-1," kata Zen.

Pemerintah diharapkan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi guru untuk meningkatkan kapasitas strata pendidikannya. Menurut dia, pemerintah harus mampu mendorong terwujudnya kondisi tersebut, khususnya dalam hal penanggaran.

"Pemerintah pusat serta daerah harus memberikan beasiswa kepada para guru yang ingin menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, masih terdapat sekitar satu juta guru di Indonesia yang belum mencapai jenjang pendidikan S-1.

"Oleh karena itu harus didorong, diupayakan untuk guru yang mengajar di tingkat pendidikan dasar," ujar Zen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau