Ada Festival Rendang di Padang

Kompas.com - 25/11/2011, 12:59 WIB

PADANG, KOMPAS.com--Puluhan peserta dari 18 kota dan kabupaten serta pelajar tingkat SMA se-Sumatera Barat ambil bagian dalam Festival Rendang yang digelar UPTD Taman Budaya Padang di Jalan Samudera Kota Padang, Kamis.

"Festival ini digelar untuk menyajikan ketradisian masing-masing kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk memperlihatkan bagaimana proses membuat rendang secara tradisional sehingga diakui dunia menjadi masakan terlezat," ujar Ketua UPTD Taman Budaya, Efiarti.

Dalam festival tersebut diperlihatkan bagaimana proses pembuatan rendang mulai dari proses memasak hingga penyajiannya. Dengan adanya lomba memasak rendang secara tradisional tersebut diharapkan ke depan dapat diketahui kualitas terbaik untuk kemudian juga dikemas dengan baik. "Nantinya rendang terbaik akan dikemas untuk promosi ke luar negeri," kata Efiarti.

Dalam festival itu masing-masing peserta disubsidi sebesar Rp1,5 juta untuk memasak 5 kilogram rendang.

Menurut dia, penilaian dilakukan terhadap kehigienisan, resep, rasa, dan penampilan oleh dewan juri dari bidang gizi, kesehatan, POM, kuliner, kalangan "bundo kanduang", serta juru masak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Salah seorang peserta dari Kabupaten Dharmasraya Arindawati mengaku menyajikan rendang rendah kolesterol. Rahasianya adalah dengan mengurangi jumlah kelapa untuk menghasilkan santan.

"Biasanya setiap kilogram rendang membutuhkan 4-5 buah kelapa, tetapi kita hanya menggunakan 9 kelapa untuk memasak 5 kilogram rendang," katanya.

Ia mengatakan, dengan menggunakan lebih sedikit kelapa masakan yang dihasilkan akan lebih rendah kolesterol. "Kami bertekad mengurangi kolestrol yang berdampak terhadap stroke," katanya.

ia menyebutkan, resepnya adalah 5 kilogram daging sapi, 9 buah kelapa, 500 gram cabai rawit halus, 250 gram cabai merah, 500 gram bawang merah, 250 gram bawang putih, 250 gram lengkuas, dan 250 gram bumbu lain seperti jahe, kunyit, buah pala, cengkeh, dan ketumbar.

Sementara cara memasaknya adalah dengan memeras santan dari kelapa dan mengahluskan seluruh rempah. Kemudian santan dimasak dan diaduk terus-menerus serta ditambah dengan bumbu yang telah dihaluskan.

"Setelah mendidih daging dimasukkan dan terus diaduk hingga santan menyatu," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau