JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sejumlah kalangan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bakal melambat, pelaku bisnis ritel masih optimistis. Mereka memprediksi pertumbuhan bisnis ritel tahun sama dengan tahun ini yakni sekitar 15 persen. Peningkatan jumlah pendudu k dan semakin bertambahnya kelas menengah menjadi penyebabnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Tutum Rahanta, kepada Kompas, Jumat (25/11/2011). "Memang situasi eksternal lagi krisis, tetapi dampaknya ke internal Indonesia tidak terlalu besar. Apalagi kawasan regional yakni Asia juga tidak terimbas. Buktinya keyakinan konsumen masih tetap tinggi," katanya.
Dia mengatakan, pergeseran konsumen dari pasar tradisional ke ritel modern diperkirakan akan semakin besar. "Alasannya adalah peningkatan pendapatan perkapita yang berdampak pada peningkatan daya beli. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi masih di atas 6 persen, kami yakin pertumbuhan bisnis ritel mencapai 15 persen pada tahun 2012," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang