Batam Ricuh, Mabes Polri Lakukan Evaluasi Pengamanan

Kompas.com - 25/11/2011, 21:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pengamanan di setiap daerah. Terutama dalam menangani unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan dan tindakan anarki.

Hal ini disampaikannya setelah berkaca dari peristiwa ricuh unjuk rasa buruh di Batam, Kamis (24/11/2011) kemarin. "Kami akan kaji nanti, apakah petugas keamanan telah melaksanakan prosedur tetap (protap) Nomor 01 tentang unjuk rasa yang ada aksi anarki," ujar Saud di Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Selain itu, kata dia, akan ada evaluasi terhadap massa buruh yang melakukan unjuk rasa, apakah telah mengikuti aturan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 tentang kebebasan menyampaikan pendapat secara bebas tapi bertanggung jawab. Pasalnya, massa buruh yang berunjuk rasa di Batam melakukan aksi pelemparan dan perusakan terhadap fasilitas umum dan melukai aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

"Apabila nanti semua sudah melakukan evaluasi, diharapkan tidak terulang lagi hal seperti ini," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, dalam aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh di Batam, massa melakukan tindakan anarki berupa pembakaran terhadap pos polisi dan pelemparan terhadap mobil-mobil yang lewat. Akibatnya, tindakan tersebut menimbulkan korban luka dari pihak Satpol PP 2 orang. Sementara dari Brimob yang terluka 3 orang dan masyarakat sipil ada 1 orang, dan pihak pengunjuk rasa yang terluka sebanyak 6 orang. Tiga pengunjuk rasa lainnya terkena peluru karet.

Akibat lain yang ditimbulkan dari peristiwa ini adalah rusaknya 11 mobil, 1 mobil satpol PP, 3 Pos Lantas yang dirusak sepanjang perjalanan mereka pulang dari Kantor Wali Kota Batam dan 3 pos polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau