China terbuka superseries premier

Lagi, Lin Dan Singkirkan Chong Wei

Kompas.com - 26/11/2011, 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lin Dan selangkah lagi mewujudkan ambisinya untuk merengkuh gelar China Terbuka Superseries Premier. Unggulan ketiga ini lolos ke partai puncak turnamen berhadiah 350.000 dollar AS tersebut setelah menyingkirkan musuh bebuyutannya dari Malaysia yang merupakan unggulan utama, Lee Chong Wei.

Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 16 menit, Sabtu (26/11/2011), Lin Dan menang rubber game 19-21, 21-12, 21-11. Hasil ini menunjukkan betapa dominannya Lin Dan atas Chong Wei karena dari total 26 pertemuan mereka, Lin Dan unggul 18-8. Kemenangan terakhir Chong Wei adalah di All England pada 13 Maret 2011, sebelum tiga kali berturut-turut ditaklukkan Lin Dan, termasuk pekan lalu di semifinal Hongkong Terbuka Superseries, di mana Chong Wei takluk 16-21, 14-21.

Keberhasilan Lin Dan ini memastikan China merengkuh gelar nomor tunggal putra karena terjadi all-Chinese final. Pasalnya, Lin Dan akan bertemu unggulan kedua, Chen Long, yang menang dua gim langsung 21-14, 21-14 atas satu-satunya pemain Indonesia, Simon Santoso. Jika keluar sebagai pemenang, Lin Dan berhasil merengkuh dua gelar dalam dua pekan.

China pasti sabet tiga gelar

Jika pekan lalu China menyapu bersih gelar di Hongkong Terbuka Superseries, pekan ini mereka harus kehilangan satu gelar dari sektor ganda putra. Pasalnya, "Negeri Tirai Bambu" ini tak memiliki wakil di partai puncak, yang mempertemukan unggulan ketiga dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan unggulan keempat dari Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong.

Boe/Mogensen, yang di perempat final mengalahkan ganda putra terbaik Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, kembali meraih kemenangan dramatis atas pasangan Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Dalam duel selama 1 jam 21 menit, Boe/Mogensen menang 19-21, 23-21, 22-20. Sementara itu, Ko/Yoo menyingkirkan ganda putra Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato, dengan dua gim 21-12, 21-18.

Tetapi, di sektor lain, China memiliki wakil. Bahkan, raksasa bulu tangkis dunia ini sudah pasti membawa pulang tiga gelar juara karena terjadi pertarungan sesama pemain China, yaitu di tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri. Khusus di sektor putri, China menunjukkan bahwa dominasi mereka belum tergoyahkan karena nyaris di setiap turnamen, nomor tunggal dan ganda putri selalu menjadi milik mereka.

Di tunggal putri terjadi all-Chinese semifinal di mana unggulan kedua Wang Yihan ditantang pemain non-unggulan Liu Xin, dan partai semifinal lainnya mempertemukan unggulan ketiga Wang Xin dengan pemain non-unggulan Li Xuerui. Sedangkan di ganda putri, unggulan utama Wang Xiaoli/Yu Yang menghentikan langkah unggulan ketiga dari Jepang, Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, sehingga di final mereka bertemu pemenang unggulan kedua Tian Qing/Zhao Yunlei dengan pasangan non-unggulan Tang Jinhua/Xia Huan.

Sementara di sektor ganda campuran, unggulan ketiga dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, berhasil menyisihkan unggulan ketujuh dari Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, dengan 21-18, 21-14. Mereka akan bertemu pemenang antara sesama pemain China, yaitu unggulan utama Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan pasangan non-unggulan Jiaming Tao/Xia Huan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau