BBB-UNUD Gelar Lomba Baca Puisi

Kompas.com - 26/11/2011, 20:40 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com--Bentara Budaya Bali bekerja sama dengan Udayana Scientific Club (USC) menggelar lomba membaca puisi untuk memperebutkan Anugerah Bentara Budaya dan Anugerah Rektor Unud.

"Ada sekitar 208 peserta yang mengikuti lomba membaca puisi, mulai dari kalangan pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga guru, sedangkan untuk lomba dramatisasi puisi, panitia akan lebih selektif hanya menerima 10 kelompok yang mewakili beberapa kabupaten/kota di Bali," kata Frischa Aswarini selaku ketua panitia kegiatan tersebut di Denpasar, Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa peserta lomba baca puisi itu berasal dari Jakarta, Madura, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Riau, Palembang, dan Sulawesi Tenggara.

Lomba membaca puisi yang baru digelar untuk pertama kalinya oleh Bentara Budaya Bali itu tidak saja mendapat sambutan luas dari para peserta, melainkan juga dipublikasikan oleh sejumlah media massa.

"Media massa baik cetak maupun elektronik tidak hanya sebagai alat menyebarluaskan informasi, melainkan juga berperan membentuk komunitas-komunitas baru di kalangan generasi muda. Karena itu perlu dijalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan media dalam upaya membangun komunitas muda yang kreatif," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/11) panitia melakukan pertemuan teknis yang diikuti oleh para peserta dan perwakilan dewan juri, yakni Abu Bakar (dramawan) dan Nyoman Erawan (perupa dan art performer).

Keduanya merupakan juri lomba dramatisasi puisi bersama sastrawan peraih Anugerah Tantular 2011, Putu Bawa Samar Gantang. Untuk lomba baca puisi, dewan juri beranggotakan Oka Rusmini (sastrawan), Wayan Sunarta (penyair) dan Ida Bagus Dharma Suta (sastrawan).

Keseluruhan lomba akan berlangsung selama tiga hari, 25-27 November 2011, dan terbagi dalam dua sesi setiap harinya.

Sementara itu, setelah melalui tahap verifikasi, dewan juri Lomba Cipta Puisi Anugrah Nasional Bentara Budaya yang terdiri dari Umbu Landu Paranggi, Prof Darma Putra dan Nyoman Tusthi Edy menetapkan lima puisi terbaik hasil seleksi dari 2.521 puisi karya 700 penyair dari 130 kota se-Indonesia.

Para penyair terpilih tersebut akan diundang untuk menerima penyerahan hadiah pada puncak acara di Bentara Budaya Bali, pada Minggu (27/11) malam pukul 19.00 Wita.

Selain pengumuman juara dan penyerahan hadiah, malam puncak Festival Puisi Bentara 2011 akan dimaknai pula dengan pembacaan puisi, pentas musik akustik dan penampilan solo musik dari Alit Jatendra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau