Lumpur lapindo

Gubernur dan Wagub Pergi, Warga Kecewa

Kompas.com - 28/11/2011, 12:42 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan warga korban lumpur Lapindo yang mendatangi kantor Gubernur Jawa Timur merasa kecewa karena Gubernur Soekarwo dan Wakilnya Saifullah Yusuf tidak berada di kantor. Padahal sebelumnya warga dijanjikan akan ditemui langsung oleh Gubernur atau wakilnya.

Perwakilan warga yang masuk ke kantor Pemprov Jatim hanya ditemui oleh wakil dari Polda Jatim dan Kepala Biro Administrasi Pemprov Jatim.

Salah seorang perwakilan warga H Sunar mengatakan, sekitar tiga ribu warga korban lumpur itu datang secara baik-baik untuk menemui gubernur. "Kami sudah kirim surat, dan sudah berdialog katanya Gubernur hari ini bisa menemui kami di atas jam 10. Tapi ternyata tidak ada," jelasnya.

Menurut dia, warga perlu bertemu dengan Gubernur agar Gubernur bisa menandatangani surat pernyataan yang berisi jaminan bahwa masalah ganti rugi seluruh korban lumpur akan selesai pada Mei 2012. Jadwal itu sesuai dengan isi Peraturan Presiden tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

"Apa Pakde Karwo tidak kasihan sama teman-teman yang datang ke sini, kami ini anak-anaknya, datang ke sini panas-panas tapi tidak ditemui," tambahnya.

Berdasarkan keterangan pihak Pemprov, Gubernur Jatim saat ini sedang berada di Jakarta. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau