JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto menegaskan, terowongan Dewa Ruciyang mempertemukan arus lalu lintas Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Bandara Internasional Ngurah Rai, harus selesai dibangun pada bulan Mei 2013.
Terowongan itu dimaksudkan untuk memperlancar lalu lintas di Bali saat pertemuan APEC pada bulan September atau Oktober 2013.
"Waktu pelaksanaan proyek, sebenarnya terbilang mepet maka sejak hari pertama besok, proyek ini sudah harus dijalankan," kata Djoko, Senin (28/11/2011) di Kantor Kementerian PU, saat pemaparan soal Pembangunan Simpang Tak Sebidang atau underpass Dewa Ruci.
Menurut Djoko, tadinya di Simpang Dewa Ruci mau dibuatkan jembatan layang. Akan tetapi, akhirnya dinilai mengurangi nuansa Bali sehingga dibuatkanlah underpass . Terutama dari arah Bandara Ngurah Rai ke arah Sunset Road.
Data dari Bina Marga menyebutkan, terowongan itu sepanjang 450 meter, dengan lajur 2 arah x 2 lajur. Lebar underpass 2x8,65 meter. Perputaran arah ada pada sisi utara, timur, dan selatan dengan jarak satu kilometer dari Simpang tersebut.
Nilai kontrak dari proye k tersebut mencapai Rp 136,19 miliar, dengan sumber dana pekerjaan dari APBN 2011-2013. Pada tahun 2011 ini, dikucurkan dana Rp 40 miliar, lalu tahun 2012 sebesar Rp 90 miliar, dan tahun 2013 sebesar Rp 50 miliar.
Pemenang lelang adalah PT Adhi Karya (persero), Tbk, dengan waktu pelaksanaan proyek 540 hari kalender dari 28 November 2011 hingga 22 Mei 2013. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 24 bulan atau 730 hari kalender.
Sementara itu, konsultan perencanaan adalah PT Anugerah Krisdapradana, dan konsultan pengawas adalah PT Wiraguna Tani dan PT Wiswakarma Consulindo, JO.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang