Banjir rob

Jalan RE Martadinata Masih Tergenang

Kompas.com - 28/11/2011, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Genangan air setinggi mata kaki masih tampak di depan pusat pembinaan olah raga air Bahtera Jaya Ancol. Ketinggian genangan ini jauh lebih rendah daripada yang terjadi pada Minggu (27/11/2011). Namun, tetap saja genangan tersebut mengakibatkan laju pengendara kendaraan bermotor terhambat.

"Ya jadinya ganggu. Mau gimana lagi, biasanya memang lewat sini," ujar salah satu pengendara sepeda motor, Sahrul, kepada Kompas.com di depan Bahtera Jaya, Ancol, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Puluhan pengendara motor pun tampak memotong jalan dengan menerobos jalanan tanah yang bebas dari genangan. Dengan perlahan, para pengguna kendaraan roda dua ini bergantian melewati jalan setapak tersebut lantaran menghindari genangan.

Di sisi lain Jalan RE Martadinata yang berada di seberang Ancol, genangannya sedikit lebih tinggi daripada di depan Bahtera Jaya Ancol. Lantaran hal ini, terlihat arus lalu lintas menjadi padat merayap dari Terminal Tanjung Priok menuju arah Gunung Sahari.

"Kalau sudah banjir, jadinya macet gini. Dari tadi pagi, airnya naik lagi," ujar pengemudi angkot M-15 A tujuan Tanjung Priok-Kota, Sumadi, kepada Kompas.com. Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 10.00 hari ini, rob masih melanda Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Banjir akibat naiknya air laut dari luapan Kali Ancol tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan bermotor yang lewat mogok. Rob ini mengakibatkan Jalan RE Martadinata terendam sepanjang sekitar 150 meter. Hal ini membuat para pengendara motor, baik dari arah Ancol maupun Tanjung Priok, memutar balik setelah memantau ketinggian air terlebih dahulu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau