Bencana banjir

Puluhan Rumah Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Kompas.com - 28/11/2011, 16:20 WIB

LUBUKBASUNG, KOMPAS.com - Puluhan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami longsor dan terendam banjir setinggi satu meter disebabkan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut, Senin (28/11/2011), pukul 02.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Martias Wanto, di Lubukbasung, Senin menyebutkan banjir dan longsor melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Lubukbasung dan Tanjung Mutiara.

Banjir disebabkan karena meluapnya sungai Masang dan Antokan yang mengalir di Kecamatan Lubukbasung. Sementara tanah longsor terjadi di Bukit Malintang, Kecamatan Tanjung Mutiara untuk sementara menyebabkan dua rumah tertimbun longsoran.

"Untuk data rumah yang terendam air dan terkena longsor, kami masih melakukan pendataan ke lokasi dan keterlambatan ini disebabkan karena daerahnya terlalu jauh pusat ibu kota," katanya.

"Kejadian ini merupakan yang kali keduanya sepanjang Oktober-November 2011," kata Martias Wanto.

Untuk itu, pihaknya meminta warga yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti Kecamatan Tanjung Raya, Tanjung Mutiara dan daerah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan pada saat curah hujan tinggi sekarang ini.

Sekretaris Kecamatan Lubukbasung, Zulfren, mengatakan rumah yang terendam air berada di Sago sebanyak enam unit rumah, lalu jembatan putus di Kubu Anau, sementara Padang Lasano dan Sungai Jaring masih dalam pendataan kepala jorong setempat dan pihak kecamatan. "Untuk saat sekarang baru empat titik ini yang terpantau oleh kami," katanya.

Warga yang rumahnya terendam air langsung menyelamatkan diri dengan naik ke atap rumah mereka. Tidak ada korban jiwa dalam banjir tersebut. Saat ini, air sudah mulai surut dan masyarakat mulai melakukan membersihkan rumah mereka.

Sementara Camat Tanjung Mutiara, Boy Vetris, menyebutkan di kecamatannya terdapat dua daerah yang terendam banjir setinggi satu meter di Durian Kapeh Nagari Tiku Utara dan tanah longsor di Bukit Malintang Nagari Tiku Utara yang menyebabkan dua rumah tertimbun longsor.

"Kami masih melakukan pendataan dan dari informasi diperoleh tidak ada korban jiwa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau