Tragedi jembatan mahakam ii

PU Jamin Pembangunan Jembatan Kukar Sesuai Prosedur

Kompas.com - 28/11/2011, 16:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto menyatakan, diawal pembangunan Jembatan Gerbang Dayaku Kutai Kartanegara (Kukar) pihaknya pihaknya secara teknis menjamin proses sudah sesuai dengan prosedur perencanaan, pelaksanaan, dan perawatan yang matang.

Jembatan itu dibangun pada 1995 hingga tahun 2001. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses hingga terbentuknya jembatan itu.

"Kami dari PU untuk hal teknis seperti ini menganggap bahwa itu sejak perencanaan menjamin sudah melalui proses yang cukup matang. Demikian juga dengan pelaksanaannya," ujar Djoko dalam jumpa pers di Gedung Ditjen Bina Marga, Jakarta, Senin (28/11/2011).

"Saat itu kami optimis, bahwa perencanaan dan pelaksanaan sudah sesuai," sambungnya.

Jika Kementerian PU menjamin bahwa pembangunan jembatan telah direncanakan dengan matang, mengapa peristiwa runtuhnya jembatan mirip Golden Gate itu bisa terjadi?

Djoko menyatakan ia juga tak mengetahui apa penyebabnya. Ia mengaku tak bisa berspekulasi saat ini, jika belum ada data valid dari tim investigasi yang menyelidiki penyebab peristiwa tersebut.

"Lalu kenapa bisa terjadi seperti ini? Kita belum tahu. Biar tim ahli yang akan menjelaskannya nanti. Kami tidak mau berandai-andai," tuturnya.

Saat ini, katanya, Tim investigasi yang merupakan gabungan dari Polda Kaltim, Bareskrim Mabes Polri, Bina Marga, dan sejumlah ahli dari ITB, ITS dan UNDIP akan mengevaluasi lebih lanjut proses awal pembangunan jembatan hingga penyebab peristiwa itu.

"Tim ahli nanti akan melihat, apakah perencanaan sudah sesuai atau tidak. Nanti akan kita evaluasi. Kalau memang ternyata betul, lalu apakah kontraktor, dalam hal ini Hutama Karya sudah menjalankan sesuai spesifikasi atau tidak. Nanti akan terlihat, kan ada dokumennya," jelas Djoko.

Dokumen dari Pemerintah Kabupaten Kukar pun, kata Djoko, akan diperiksa mengenai perencanaan awal pembangunan jembatan. Hal ini karena jembatan tersebut merupakan proyek milik kabupaten Kukar. Oleh karena itu, kata dia, pemkab harusnya memiliki dokumen semua perencanaan hingga perawatan jembatan.

"Nanti akan dilihat dokumennya di Pemkab Kukar. Kalau sudah sesuai, kenapa terjadi bencana. Itu urusan lain lagi," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau