Hasil Audit, Polri Tak Terima 14 Juta Dollar dari PT Freeport

Kompas.com - 28/11/2011, 16:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan, dari hasil audit internal tim Polri dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pihaknya tidak pernah menerima dana senilai 14 juta dollar AS. Hal ini merupakan jawaban dari Polri atas berbagai tudingan publik, bahwa polisi telah menerima dana tersebut.

"Polri dalam hal ini Polda Papua, tidak pernah menerima dari PT FI sebesar 14 juta dollar," ujar Saud di Jakarta, Senin (28/11/2011).

Namun, ia membenarkan kembali bahwa anggotanya memang per bulan mendapatkan dana Rp 1,25 juta dari PT Freeport Indonesia. Menurutnya, penerimaan dana itu dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, tak ada penyimpangan di dalam proses penerimaan dana itu.

"Jadi kita, anggota di lapangan hanya menerima langsung Rp 1,25 juta per orang," kata Saud.

Namun, Saud tidak menjelaskan secara total berapa jumlah dana dari PT Freeeport untuk seluruh anggota pasukan yang dikerahkan di sana. Sementara fasilitas lain, jelasnya, berupa sarana prasarana transportasi, akomodasi, dan konsumsi dalam pelaksanaan pengamanan di area perusahaan tambang emas Amerika itu.

Sebelumnya, polemik mengenai penerimaan uang dari PT Freeport ini berlarut-larut dan mendapat kecaman dari publik. Di awal, Kepolisian sempat membantah adanya aliran dana tersebut. Namun, pada akhirnya, mengklaim dana itu adalah uang saku untuk anggota Polda Papua.

Polisi beralasan, kondisi kehidupan ekonomi di Papua yang tidak terjangkau karena berada di wilayah perbukitan, mengakibatkan anggota membutuhkan dan menerima dana sukarela dari PT Freeport itu untuk tetap bertahan hidup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau