Liga prima indonesia

Bontang FC Tetap Di Bandung Meski Laga Batal

Kompas.com - 28/11/2011, 20:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Keputusan Persib untuk hijrah dari kompetisi Liga Prima Indonesia (IPL) menuju Liga Super Indonesia (ISL), berdampak pada jadwal pertandingan yang seharusnya dilakoni besok melawan Bontang FC. Kepindahan tersebut membuat laga dibatalkan, meskipun lawan masih tetap ada di Bandung.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Risha Adi Widjaya, mengemukakan itu Senin (28/11/2011), dalam jumpa pers mengenai sikap Persib di Kafe Persib.

Dia mengungkapkan bahwa Bontang FC sudah berada di Bandung sejak Minggu (27/11/2011) untuk bersiap menghadapi laga IPL yang dijadwalkan pada Selasa (29/11/2011). Risha menegaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bontang FC, mengenai sikap Persib yang memutuskan untuk hengkang dari IPL.

"Mereka menyatakan untuk tetap bertahan di Bandung hingga waktu pertandingan, untuk memenuhi ketentuan dalam peraturannya," ujar Risha.

Kejadian ini sebetulnya sudah berlangsung sejak pertandingan sebelumnya yang seharusnya melawan Mitra Kukar pada Sabtu (26/11/2011). Namun pertandingan tersebut batal tanpa ada kejelasan. Keanehan justru dirasakan sejak pertemuan teknis yang digelar sehari sebelum pertandingan.

Menurut Risha, pertemuan tersebut tidak dihadiri pengawas pertandingan, serta hanya diikuti dua dari seharusnya empat wasit pertandingan.

Begitu pula sewaktu hari pelaksanaan pertandingan. Tidak ada perwakilan PSSI yang datang, seperti gencar diberitakan sebelumnya. Pengawas pertandingan hanya sekilas datang ke lokasi pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemudian meninggalkan tempat.

"Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Risha.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau