Perundingan freeport

Kedua Pihak Belum Sepakat

Kompas.com - 29/11/2011, 03:27 WIB

Timika, Kompas - Hingga memasuki pertengahan bulan ketiga mogok, belum tercapai kesepakatan antara pekerja yang diwakili SPSI PT Freeport Indonesia dengan manajemen perusahaan. Perundingan lanjutan yang digelar pada Senin (28/11) di Hotel Rimba Papua, Timika, belum menemukan titik temu.

Juru bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, mengungkapkan, alotnya perundingan karena hingga saat ini serikat pekerja masih bertahan pada usulan kenaikan upah pokok sebesar 7,5 dollar AS per jam. Sementara manajemen tetap mengusulkan kenaikan upah pokok 35 persen. Nilai itu, tuturnya, setara dengan Rp 12,7 juta hingga Rp 19 juta per bulan.

Dihubungi terpisah, juru bicara SPSI PT Freeport Indonesia, Juli Parorongan, mengatakan, meskipun belum ada kesepakatan, perundingan masih berlanjut. Itu karena nilai tuntutan pekerja masih belum tercapai.

”Nilai tawar dari manajemen belum mendekati nilai ideal yang kami inginkan,” kata Juli Parorongan. Tanpa menyebutkan secara detail apa yang dimaksud dengan nilai ideal itu, Juli mengatakan, posisi ideal itu antara lain ada dalam tuntutan kenaikan upah pokok sebesar 7,5 dollar AS per jam.

Sementara itu, hingga saat ini para pekerja yang turut mogok masih menempati pintu gerbang di Mil 28. Mereka secara bergantian berjaga-jaga di tenda-tenda yang didirikan di pintu gerbang. Humas SPSI PT Freeport Indonesia Derek Mote mengatakan, belum ada rencana untuk membuka kembali pintu gerbang tersebut.

Terkait masalah itu, di Jember, Jawa Timur, belasan mahasiswa peduli Papua yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jember, Senin (28/11), menggelar aksi mogok makan di depan Gedung DPRD Jember. (JOS/SIR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau