Saat Online, Banyak Anak "Colong" Kartu Kredit Orangtua

Kompas.com - 29/11/2011, 07:59 WIB

KOMPAS.com - Di masa lalu, anak-anak kadang mencuri-curi uang jajan dari uang belanja orangtuanya. Kini, hal itu dilakukan terhadap kartu kredit orangtuanya saat belanja online.

Demikian salah satu temuan dalam survei Norton Online Family yang dilaksanakan perusahaan software keamanan Symantec seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.com.

Menurut hasil survei itu, sebanyak 23 persen orangtua melihat anaknya menjadi boros setelah diizinkan memakai kartu debit atau kredit mereka untuk berbelanja online. Tapi, yang lebih merisaukan, sebanyak 30 persen orangtua mengatakan bahwa anak-anak memakai kartu kredit orangtuanya tanpa izin saat belanja online.

Menurut Effendy Ibrahim, Internet Safety Advocate & Director, Asia, Consumer Business, Symantec orangtua sebaiknya melakukan diskusi terbuka dengan anak-anak mereka mengenai penggunaan internet.

"Meskipun 63% orang tua mengatakan mereka berbicara kepada anak-anak mereka mengenai keamanan saat online, sepertiga (34%) tetap secara diam-diam mengecek penggunaan online anak mereka dan 25% mengecek jejaring sosial anak-anak mereka tanpa sepengetahuan anak-anak tersebut," ujar Effendy.

Dikatakan bahwa sekitar 62 persen anak di seluruh dunia terpapar pengalaman negatif saat online. Sebanyak 39 persen bahkan mengalami pengalaman yang serius seperti menerima gambar yang tidak pantas, jadi korban bullying atau jadi korban penjahat cyber.

Jika aktif menggunakan jejaring sosial, risiko anak-anak terpapar hal-hal negatif pun meningkat. Angkanya menjadi 74 persen bagi pengguna jejaring sosial dan 38 persen bagi yang bukan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau