Korban jembatan kukar

Warga Diimbau Tidak Mengusik Jenazah

Kompas.com - 29/11/2011, 09:05 WIB

TENGGARONG, KOMPAS.com - Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kaltim AKBP Dr. Budi Heryadi mengimbau warga di sekitar Sungai Mahakam untuk segera menginformasikan kepada aparat, jika kebetulan menemukan jenazah korban runtuhnya jembatan Kutai Kertanegara di wilayah mereka.

Budi pun meminta warga diminta untuk tidak mengusik jenazah yang ditemukan, dan menunggu hingga petugas identifikasi datang. Sebab, seluruh properti yang ada pada jenazah merupakan petunjuk untuk melakukan identifikasi korban.

Sebelumnya, Senin (28/11/2011) malam, Budi sempat memaparkan tentang metode identifikasi yang dilakukan oleh DVI. DVI ini merupakan sistem identifikasi dengan jumlah korban yang banyak. Khusus kasus di Tenggarong ini, DVI diturunkan untuk mengenali identitas jenazah yang telah rusak dan sulit dikenali.

Untuk mengidentifikasi jenazah yang mulai membusuk, DVI menggunakan teknik antemortem atau sistem pengenalan jenazah menggunakan sidik jari dan tanda-tanda yang diberikan oleh keluarga korban. Semua data dikumpulkan oleh DVI kemudian dicocokkan oleh petugas. "Begitu semua datanya match (cocok), jenazah langsung kami serahkan kepada keluarganya masing-masing," kata Budi.

Budi mencontohkan, ke delapan jenazah yang ditemukan terakhir, sudah dalam kondisi rusak pada kulit, serta mulai mengalami penggelembungan di bagian perut. "Kulitnya sudah mengelupas, kemudian berwarna kebiruan. Di bagian perut juga sudah mengalami pembusukan ditandai dengan penggelembungan," jelasnya.

Budi sempat mengungkapkan, sebagian besar korban tewas karena tenggelam. Namun, terdapat beberapa korban yang mengalami luka pada kepala, diduga akibat benturan. "Rata-rata meninggal karena tenggelam, tapi ada yang mengalami benturan sebelumnya," kata Budi.

Sejauh ini, tim telah berhasil mengidentifikasi 13 korban tewas dari 18 korban yang ditemukan dalam musibah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau