Korban Sipil Suriah Terbesar Dibanding Negara Arab Lain

Kompas.com - 29/11/2011, 12:57 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa memastikan jumlah korban tewas akibat aksi represif militer Suriah adalah yang terbesar dan terbanyak jika dibandingkan dengan aksi-aksi serupa, yang dilakukan sejumlah rezim diktator lain di sejumlah negara Arab dalam gelombang reformasi di kawasan itu beberapa waktu lalu.

Tercatat hingga sekarang jumlah korban tewas di Suriah sejak Maret lalu telah mencapai kisaran 3.500 orang. Padahal jumlah korban tewas yang jatuh semasa gerakan reformasi berlangsung di sejumlah negara seperti Mesir, Tunisia, dan Yaman angkanya hanya mencapai ratusan orang.

Diakui boleh jadi jumlah korban tewas di Libya bisa mendekati angka yang ada di Suriah. Akan tetapi besarnya korban tewas di Libya lebih karena perang saudara yang berkecamuk di sana, yang memang melibatkan dua kelompok bersenjata sementara kondisi di Suriah sangat berbeda di mana militer berhadapan dengan warga sipil.

Terhadap hasil investigasi Dewan HAM PBB itu pemerintah Suriah bergeming dan tak kunjung bereaksi. Namun rezim otoriter Presiden Bashar al-Assad mengambil sikap keras terhadap ancaman sanksi yang dijatuhkan Liga Arab sebelumnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau