BEIRUT, KOMPAS.com - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa memastikan jumlah korban tewas akibat aksi represif militer Suriah adalah yang terbesar dan terbanyak jika dibandingkan dengan aksi-aksi serupa, yang dilakukan sejumlah rezim diktator lain di sejumlah negara Arab dalam gelombang reformasi di kawasan itu beberapa waktu lalu.
Tercatat hingga sekarang jumlah korban tewas di Suriah sejak Maret lalu telah mencapai kisaran 3.500 orang. Padahal jumlah korban tewas yang jatuh semasa gerakan reformasi berlangsung di sejumlah negara seperti Mesir, Tunisia, dan Yaman angkanya hanya mencapai ratusan orang.
Diakui boleh jadi jumlah korban tewas di Libya bisa mendekati angka yang ada di Suriah. Akan tetapi besarnya korban tewas di Libya lebih karena perang saudara yang berkecamuk di sana, yang memang melibatkan dua kelompok bersenjata sementara kondisi di Suriah sangat berbeda di mana militer berhadapan dengan warga sipil.
Terhadap hasil investigasi Dewan HAM PBB itu pemerintah Suriah bergeming dan tak kunjung bereaksi. Namun rezim otoriter Presiden Bashar al-Assad mengambil sikap keras terhadap ancaman sanksi yang dijatuhkan Liga Arab sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang