7 Makanan Anti Kanker Prostat

Kompas.com - 29/11/2011, 13:24 WIB

KOMPAS.com - Kanker prostat adalah suatu tumor jahat yang terdiri dari sel-sel kelenjar prostat. Penyakit ini menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada laki-laki setelah kanker paru-paru.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, sejumlah studi menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat mempengaruhi risiko Anda mengidap kanker prostat, dan bahkan memperlambat perkembangannya sekalipun Anda sudah mengidapnya. Lantas, makanan apa saja di alam ini yang dapat memerangi kanker prostat? Berikut ini adalah pembahasannya:

1. Tomat dan produk turunannya

Jika warna pink (pita pink) melambangkan  perlawanan terhadap kanker payudara, warna merah mungkin bisa menjadi simbol sebagai pelawan kanker prostat. Sebuah antioksidan yang terkadung pada tomat, biasa disebut likopen dapat membantu mencegah atau memperlambat pertumbuhan kanker prostat.

Dalam melakukan tugasnya, likopen bekerja dengan cara mencegah aktivitas radikal bebas dalam merusak sel-sel, termasuk di dalam DNA. Kerusakan DNA dapat menyebabkan sel-sel sehat berubah menjadi kanker. Sebuah studi menunjukkan kebiasaan diet dan gaya hidup dari 50.000 laki-laki, yang makan setidaknya dua porsi saus tomat dalam seminggu mengalami penurunan risiko kanker prostat sebesar 23 persen.

2. Tahu, susu kedelai dan produk kedelai lainnya

Tahu dan makanan yang terbuat dari kedelai lainnya mengandung senyawa mirip estrogen yang disebut isoflavon. Zat ini mempunyai fungsi sebagai penghambat perkembangan sel kanker dan bahkan dapat membuat sel-sel kanker menghancurkan dirinya sendiri.

Studi yang dilakukan selama tiga bulan di Cander Research Center of Hawaii menemukan, risiko kemungkinan seseorang mengidap kanker prostat turun sebesar 14 persen pada pria yang makan dua porsi kedelai per setiap harinya.

Sementara itu, studi lain yang melibatkan 12.000 pria yang dilakukan di Loma Linda University California menemukan, pria yang mengonsumsi lebih dari satu porsi susu kedelai setiap hari, 70 persen lebih rendah mengidap kanker prostat ketimbang pria yang tidak pernah meminumnya.

3. Teh hijau

Sebuah riset menunjukkan, senyawa kuat dalam teh hijau yang disebut epigallocatechin gallate (EGCG) mampu memblok proses perkembangan kanker. Studi populasi mengklaim, senyawa ini mungkin dapat menjadi pelindung dari beberapa jenis kanker, termasuk kanker prostat, lambung, kolon, dan payudara. Bahkan sebuah studi di Cina menemukan bahwa pria yang minum lebih dari tiga cangkir teh hijau setiap hari, dapat menekan risiko kanker prostat lebih dari 70 persen.

4. Jus delima

Jus buah delima penuh dengan bahan kimia alami yang disebut polifenol. Ini adalah sejenis antioksidan kuat, dan karena alasan itulah mengapa jus delima dikatakan cukup baik dalam melawan kanker. Beberapa studi awal menunjukkan, polifenol dalam jus muncul untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mendorong sel-sel kanker untuk membunuh diri mereka sendiri.

5. Salmon, makarel, sarden, dan ikan berlemak lainnya

Mengonsumsi beberapa jenis ikan laut dapat melindungi prostat Anda. Sebuah riset yang dilakukan para ilmuwan asal Swedia terhadap lebih dari 6.000 pria (diamati selama 30 tahun) menemukan bahwa mereka yang diet kaya asam lemak omega 3 dalam jumlah yang moderat, memiliki risiko 30 persen lebih rendah terkena kanker prostat.

Catatan: Cobalah untuk mendapatkan asam lemak esensial dari makanan, bukan pil. Sejauh ini penelitian menunjukkan, konsumsi ikan dapat melindungi prostat, tapi tidak untuk mereka yang mengambil suplemen minyak ikan.

6. Brokoli, kubis dan sayuran lainnya

Sayuran seperti brokoli dan kubis mengandung beberapa senyawa antikanker yang membantu membersihkan tubuh dari zat-zat yang dapat merusak sel dalam tubuh. Data dari Health Professionals Follow-Up Study menunjukkan bahwa makan lima atau lebih porsi sayuran setiap minggu dapat menurunkan risiko Anda mengalami kanker prostat hingga 20 persen.

7. Bawang putih

Meski menimbulkan bau yang kurang sedap di mulut, tetapi bawang putih dan berbagai jenis bawang lainnya dapat membantu mencegah tumor dengan menghilangkan zat penyebab kanker sebelum mereka merusak sel. Bawang juga dapat mendorong sel-sel kanker untuk menghancurkan diri mereka sendiri.

Peneliti dari National Cancer Institute menemukan,  mereka yang makan sedikitnya 10 gram bawang putih atau bawang merah setiap harinya dapat menurunkan risiko kanker prostat sebesar 49 persen. Bahkan, pria yang mengonsumsi sedikitnya lima siung bawang putih setiap minggunya dapat menurunkan risiko kanker prostat hingga 53 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau