JAKARTA, KOMPAS.com — Menyusul rencana perombakan rute kereta rel listrik di Jabodetabek, para pengguna kereta rel listrik (KRL) mempertanyakan keandalan jalur Jakarta-Depok-Bogor dan sebaliknya. Pasalnya, jalur ini nantinya akan menjadi andalan bagi kereta penumpang transit, baik di Jatinegara, Manggarai, maupun Tanah Abang.
"Kereta dari Depok dan Bogor itu sekarang saja sudah sangat padat saat sampai di Manggarai. Bagaimana kita yang dari Bekasi nanti naik ke Sudirman?" kata Anita, penumpang dari Stasiun Cakung, Jakarta Timur, Selasa (29/11/2011) pagi tadi.
Karyawati muda yang bekerja di Thamrin itu biasa menumpang KRL jurusan Bekasi-Tanah Abang itu dari Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur, pukul 06.19 dan tiba di Stasiun Sudirman sebelum pukul 07.00. Dalam jadwal baru yang dimuat di situs PT. KAI Commuter Jabodetabek www.krl.co.id, dia harus berangkat lebih pagi pukul 06.14 dan sampai Manggarai pukul 06.29. Di Manggarai itu, dia harus menunggu kereta dari Bogor yang baru tiba pukul 06.34 untuk melanjutkan ke Sudirman agar bisa sampai sebelum pukul 07.00.
Kalau mau lebih siang sedikit, dia harus naik KRL di Cakung pukul 06.29 dan tiba di Manggarai pukul 06.51 untuk naik kereta dari Bogor ke Tanah Abang yang akan tiba pukul 07.02. "Tapi itu kan kalau langsung bisa naik, Mas. Soalnya kan kereta dari Bogor itu sudah penuh sesak," katanya.
"Juga kalau kereta dari Bogor lancar-lancar saja. Soalnya selama ini kereta ke Bogor itu kan paling sering gangguan," katanya dengan nada khawatir.
Tumpuan
Menurut pengamatan Kompas, rute baru kereta komuter yang akan berlaku pada 5 Desember (diuji coba 1-4 Desember) ini memang sangat mengandalkan rute Bogor/Depok-Tanah Abang-Duri-Kampungbandan-Senen-Jatinegara. Pasalnya, kereta inilah yang menjadi tumpuan bagi penumpang dari Bekasi, baik yang transit di Jatinegara maupun Manggarai.
Semua penumpang dari Bekasi yang akan ke Sudirman sebagai stasiun sentral di pusat bisnis Jakarta harus menunggu kereta dari Depok/Bogor. Begitu pun penumpang dari Bekasi yang transit di Jatinegara tujuan Senen-Kemayoran ke pusat bisnis Mangga Dua, mereka juga sangat bergantung pada kereta dari Depok/Bogor.
Para penumpang dari Serpong dengan tujuan Sudirman juga sangat bergantung pada jalur Bogor ini. Pasalnya, tidak ada lagi kereta dari Serpong langsung ke Sudirman. Penumpang harus turun di Tanah Abang lalu pindah kereta ke Bogor hingga turun di Sudirman.
Menurut catatan Kompas, jalur Jakarta-Bogor selama ini paling sering mengalami gangguan, entah karena pasokan listrik atau kecelakaan dan bencana. Berkali-kali pohon tumbang di jalur Tebet dan Kalibata mengakibatkan keterlambatan kereta sampai berjam-jam. Jalur Kampungbandan juga sangat rawan banjir, padahal keretanya sangat ditunggu oleh penumpang transit di Manggarai dan Jatinegara.
Oleh karena itu, para penumpang sangat berharap PT KAI Commuter Jabodetabek dari awal mempersiapkan strategi lain jika terjadi gangguan, baik di jalur Jakarta-Bogor maupun Kampungbandan. Jika tidak, maka penumpang dari Bekasi akan telantar dan paling dirugikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang